HINEF : Jurnal Rumpun Ilmu Pendidikan https://ojs.cbn.ac.id/index.php/hinef <p><strong>Hinef : Jurnal Rumpun Ilmu</strong> <strong>Pendidikan&nbsp;</strong>Merupakan Jurnal Ilmiah dengan Topik mencakup seluruh rumpun Ilmu Pendidikan yakni&nbsp;Sub Rumpun Pendidikan Ilmu Sosial,&nbsp;Sub Rumpun Ilmu Pendidikan Bahasa dan Sastra,&nbsp;Sub Rumpun Ilmu Pendidikan Olah Raga dan Kesehatan,&nbsp;Sub Rumpun Ilmu Pendidikan Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (MIPA),&nbsp; Sub Rumpun Ilmu Pendidikan Teknologi dan Kejuruan,&nbsp;Sub Rumpun Ilmu Keguruan dan Ilmu Pendidikan, dan Sub Rumpun Ilmu Pendidikan Kesenian.</p> <p>Jurnal Ini Diterbitkan Oleh Fakultas Keguruan Dan Ilmu Pendidikan - FKIP, Universitas Citra Bangsa.&nbsp;</p> <p>ISSN : 2828-0407</p> FKIP Universitas Citra Bangsa en-US HINEF : Jurnal Rumpun Ilmu Pendidikan 2828-0407 <p><a href="https://creativecommons.org/licenses/by-sa/4.0/" rel="license"><img src="http://i.creativecommons.org/l/by-sa/4.0/88x31.png" alt="Creative Commons License"></a></p> <p>Every works in&nbsp;<em><strong>HINEF</strong></em>&nbsp;is licensed under a&nbsp;<a href="https://creativecommons.org/licenses/by-sa/4.0/" rel="license">Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License</a>.</p> <p>Authors who publish with this journal agree to the following terms:</p> <ol type="a"> <li class="show">Authors retain copyright and grant the journal right of first publication with the work simultaneously licensed under a&nbsp;<a href="http://creativecommons.org/licenses/by/3.0/" target="_new">Creative Commons Attribution License</a>&nbsp;that allows others to share the work with an acknowledgment of the work's authorship and initial publication in this journal.</li> <li class="show">Authors are able to enter into separate, additional contractual arrangements for the non-exclusive distribution of the journal's published version of the work (e.g., post it to an institutional repository or publish it in a book), with an acknowledgment of its initial publication in this journal.</li> <li class="show">Authors are permitted and encouraged to post their work online (e.g., in institutional repositories or on their website) prior to and during the submission process, as it can lead to productive exchanges, as well as earlier and greater citation of published work (See&nbsp;<a href="http://opcit.eprints.org/oacitation-biblio.html" target="_new">The Effect of Open Access</a>).</li> </ol> PENGARUH MODEL PEMBELAJARAN BERBASIS PROYEK (PROJECT BASED LEARNING) TERHADAP KEMAMPUAN BERBICARA SISWA SMAN 1 PANTAI BARU KELAS E1 PADA TEKS DESKRIPTIF MATERI TEMPAT WISATA DI ROTE NDAO https://ojs.cbn.ac.id/index.php/hinef/article/view/1230 <p><strong><em>Abstract</em></strong><strong><em>. </em></strong><em>This research aims to describe the influence of Project Based Learning towards speaking ability of students at SMAN 1 Pantai Baru class E1 in descriptive text about tourism places in Rote Ndao. The type of this research uses quantitative research with quasi-experimental research method. The sampling technique in this research is nonprobability sampling with a sampling technique using purposive sampling. The population in this study were all class E1 students at SMAN 1 Pantai Baru with a population of 199 students and the sample in this study was 30 class E1 students. The research instrument used was a test. Before the instrument was distributed, there was a validity and reliability tests to obtain the validity of the instrument. The validity test result showed that 15 items test were valid and reliable. Data analysis in this study used an independent t-test, before data analysis was carried out, the researcher also tested the data analysis requirement which consisted of a normality test and data homogeneity test by the help of the SPSS version 16.00 application which showed the sig value results in the experimental class 0.353 &gt; 0.05 and the control class 0.364 &gt; 0.05, both values indicate that the data was normally distributed. Meanwhile, the result of the data homogeneity test showed that a significant value of 0.068 &gt; 0.05, so both classes have the same variance (homogeneous). The test results of the difference in the average speaking ability of the control class and the experimental class also found that the average speaking ability of the experimental class was higher than the average speaking ability of the control class. It was 80.63&gt;65.73. Thus, it can be concluded that there is the influence of the project-based learning model towards </em><em>​​</em><em>the speaking ability of students at SMAN 1 Pantai Baru class E1 in descriptive text about tourism places in Rote Ndao.</em></p> <p><strong>Abstrak.</strong> Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan pengaruh pengaruh model pembelajaran berbasis proyek (<em>Project Based Learning</em>) terhadap kemampuan berbicara siswa SMAN 1 Pantai Baru kelas E1 pada teks deskriptif materi tempat wisata di Rote Ndao. Jenis penelitian menggunakan penelitian kuantitatif dengan metode penelitian kuasi eksperimen. Teknik pengambilan sampel pada penelitian ini adalah <em>Nonprobability Sampling</em> dengan teknik penarikan sampel menggunakan <em>Purposive Sampling</em>. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh siswa kelas E1 SMAN 1 Pantai Baru dengan populasi berjumlah 199 siswa dan sampel pada penelitian ini adalah siswa kelas E1 sebanyak 30 siswa. Instrumen penelitian yang digunakan adalah tes. Sebelum instrument disebarkan, terdapat uji validitas dan reliabilitas untuk mendapatkan keabsahan instrument. Hasil uji validitas menunjukanbahwa 15 item soal dinyatakan valid dan reliabel. Analisis data pada penelitian ini memakai uji independet t-test namun sebelum dilakukan analisis data, peneliti juga melakukan uji persyaratan analsis data yang terdiri dari uji normalitas dan uji homogenitas data berbantuan aplikasi <em>SPSS</em> versi 16.00 dimana menunjukkan hasil nilai sig. pada kelas eksperimen 0,353 &gt; 0,05 dan kelas kontrol 0,364 &gt; 0,05 sehingga keduanya yang menunjukkan bahwa data berdistribusi normal. Sedangkan hasil uji homogenitas data menunjukkan nilai signifikan 0,068 &gt; 0,05, maka kedua kelas mempunyai varians yang sama (homogen). Hasil uji perbedaan rata-rata kemampuan berbicara kelas kontrol dan kelas eksperimen juga ditemukan bahwa rata-rata kemampuan berbicara kelas eksperimen lebih tinggi dibandingkan dengan rata-rata kemampuan berbicara kelas kontrol yakni 80,63&gt;65,73 Dengan demikian, dapat ditarik kesimpulan bahwa terdapat pengaruh model pembelajaran berbasis proyek (<em>Project Based Learning</em>) terhadap kemampuan berbicara siswa SMAN 1 Pantai Baru kelas E1 pada teks deskriptif materi tempat wisata di Rote Ndao.</p> Selfiana Triyanty Ndapa Lawa Petresia I. Ndapa Lawa Jhon Enstein Copyright (c) 2024 HINEF : Jurnal Rumpun Ilmu Pendidikan http://creativecommons.org/licenses/by-sa/4.0 2024-01-27 2024-01-27 3 1 202 208 RENDAHNYA MINAT MEMBACA DAN MINAT BERKUNJUNG KEPERPUSTAKAAN MAHASISWA STKIP SINAR PANCASILA https://ojs.cbn.ac.id/index.php/hinef/article/view/1228 <p>Abstract. A college library is an institution or forum for students, lecturers and other academics, which can be used to meet the needs and various information of the academic community, namely providing various information services, providing infrastructure and library materials as well as storing and preserving them for various purposes. academics. The aim of this research is to explore students' various reading interests and also their interest in visiting libraries. This research is a type of quantitative research, with a population of 410 people, then the sample collection method uses the Slovin formula, so that the research sample data is 80 students. In this research, data collection was also carried out using the questionnaire method, the research instrument was in the form of 10 questions. with answers of agree and disagree. Furthermore, the data obtained will then be analyzed descriptively quantitatively and using the form of tabulation of frequencies and percentages. The final research results show that interest in reading and interest in visiting the library by various students still seems low, these results are shown through statements by students who prefer to look for various sources of reading information from internet media rather than looking for information from books that are already available. Then next, increasing the number of interest in reading and interest in visiting the library can be increased through various kinds of services, improving facility equipment and also adding new sources of reading book collections that are in accordance with existing study programs at STKIP Sinar Pancasila<br />Keywords: Interest in visiting the library, Interest in reading</p> <p>Abstrak. Perpustakaan perguruan tinggi merupakan suatu lembaga atau wadah bagi mahasiswa, para dosen dan akademisi lainya, yang dapat di gunakan dalam memenuhi suatu kebutuhan dan berbagai informasi civitas akademika, yaitu memberikan berbagai layanan informasi, penyediaan sarana prasarana dan bahan pustaka juga menyimpan dan melestarikannya dalam berbagai kepentingan akademisi.Adapun tujuan dari penelitian ini yaitu, mengeksplorasi berbagai minat membaca mahasiswa dan juga minat berkunjung keperpustakaan. Penelitian ini merupakan jenis penelitian kuantitatif, dengan jumlah populasinya sebanyak 410 orang, kemudian cara penarikan sampelnya menggunakan rumus slovin, sehingga mendapatkan data sampel penelitian berjumlah 80 mahasiswa.Dalam penelitian ini juga pengumpulan datanya juga di lakukan dengan menggunakan metode kuisioner, instrument penelitianya berupa 10 pertanyaan dengan jawaban setuju dan tidak setuju. Selanjutnya data yang di peroleh kemudian akan di lakukan analisis secara deskriptif kuantitatif dan menggunakan bentuk tabulasi frekuensi dan persentase.Hasil penelitian akhirnya menunjukkan bahwa minat membaca dan minat berkunjung berbagai mahasiswa ke perpustakaaan terlihat masih rendah, hasil tersebut di tunjukkan melalui pernyataan mahasiswa yang lebih banyak memilih untuk mencari berbagai sumber informasi bacaan dari media internet dari pada mencari informasi dari buku yang telah tersedia. Kemudian selanjutnya, peningkatan jumlah minat membaca dan minat berkunjung keperpustakaan dapat di tingkatakan melalui berbagai macam pelayanan, peningkatan perlengkapan fasilitas dan juga penambahan sumber koleksi buku bacaan yang baru yang sesuai dengan program studi yang ada di STKIP Sinar pancasila <br />Kata Kunci: Minat Membaca, minat berkunjung keperpustakaan</p> Rosalia Mulyani Copyright (c) 2024 HINEF : Jurnal Rumpun Ilmu Pendidikan http://creativecommons.org/licenses/by-sa/4.0 2024-01-27 2024-01-27 3 1 209 216 PENGEMBANGAN MODUL AJAR BERDIFERENSIASI PADA MATA PELAJARAN IPAS KELAS IV DI SDI MUNTING KAJANG https://ojs.cbn.ac.id/index.php/hinef/article/view/1226 <p><strong><em>Abstract.</em></strong> <em>The aim of this research is to produce differentiated teaching modules on the subject of Indonesiaku Kaya Budaya which are valid, practical and effective which can be used by teachers in the process of teaching and learning activities. The research uses Research and Development (R&amp;D) research using the ADDIE development model which consists of several stages: Analysis, Design, Development, Implementation and Evaluation. The assessment instruments used by researchers are validation and practicality sheets, then the assessment instruments are validated by three validators, namely content validator, language validator and graphic validator, then the practicality sheet is determined by practitioners. The results of the validity of the Teaching Module carried out by the validator team obtained an average validity value of 91.33%, categorized as very valid, while the average value of practicality test results by educators was 95%, categorized as very practical and the average value of practicality test results by students 83% of students are in the very practical category. Furthermore, the effectiveness test results show students' completeness of effective student learning outcomes with an average score of 85.71%. Thus, the results of the product of developing differentiated teaching modules are very valid, practical and effective and can be used by teachers as teaching tools in learning in class IV on the material Indonesiaku Rich in Culture</em><em>.</em></p> <p><strong>Abstrak.</strong> Tujuan dari penelitian ini menghasilkan modul ajar berdiferensiasi pada pokok bahasan Indonesiaku Kaya Budaya yang valid, praktis dan efektif yang dapat digunakan guru dalam proses kegaiatan belajar mengajar. Penelitian menggunakan jenis penelitian <em>Research dan Development (R&amp;D)</em> dengan menggunakan model pengembangan ADDIE yang terdiri dari beberapa tahapan: Analisis, Desain, Pengembangan, Pelaksanaan dan Evaluasi. Instrumen penilaian yang digunakan oleh peneliti berupa lembar validasi dan praktikalitas, selanjutnya instrumen penilaian divaliditas oleh tiga validator yakni validator isi, validator bahasa dan validator kegrafikan, kemudian lembar praktikalitas ditentukan oleh praktisi. Hasil validitas Modul Ajar yang dilakukan oleh tim validator diperoleh hasil rata-rata nilai validitas sebesar 91,33% dikategorikan sangat valid sedangkan nilai rata-rata hasil uji praktikalitas oleh pendidik sebesar 95% dikategorikan sangat praktis dan nilai rata-rata hasil uji praktikalitas oleh siswa siswa sebesar 83% dengan kategori sangat praktis. Selanjutnya hasil uji efektivitas menunjukkan ketuntasan siswa terhadap hasil belajar siswa yang efektif dengan perolehan rata-rata skor sebesar 85,71%. Dengan demikian hasil produk pengembangan modul ajar berdiferensiasi sangat valid, praktis dan efektif serta dapat digunakan guru sebagai perangkat ajar dalam pembelajaran di kelas IV pada materi Indonesiaku Kaya Budaya.</p> Roswita Lioba Nahak Femberianus Sunario Tanggur Selfiana T.M Ndapa Lawa Copyright (c) 2024 HINEF : Jurnal Rumpun Ilmu Pendidikan http://creativecommons.org/licenses/by-sa/4.0 2024-01-27 2024-01-27 3 1 184 191 10.37792/hinef.v3i1.1226 KESALAHAN GOOGLE TRANSLATE DALAM MENERJEMAHKAN ENGLISH PHRASAL VERBS KE DALAM BAHASA INDONESIA https://ojs.cbn.ac.id/index.php/hinef/article/view/1224 <p><strong><em>Abstract</em></strong><strong><em>. </em></strong></p> <p><em>This research aims to explore and analyze the errors that commonly occur when translating English phrasal verbs into Indonesian using Google Translate (GT). The research method employed is descriptive-qualitative, and data collection was conducted through a documentation study. The study utilizes descriptive analysis, analyzing all data to obtain results and conclusions. The technique involves several steps, including the identification of data that aligns with the research problem, grouping the data based on the type of phrasal verbs, then, discussing and drawing conclusions. The results of the research indicate the weaknesses of GT in translating English phrasal verbs into Indonesian accurately. GT faces difficulties with three types of phrasal verbs: separable, inseparable, and intransitive. In separable phrasal verbs, GT struggles to transfer the intended meaning accurately, often resulting in a literal translation that mismatches the context. For example, "bring (someone) down" is translated instead of considering the idiomatic aspect. In inseparable phrasal verbs, GT makes mistakes in selecting appropriate word equivalents based on context. For instance, "call on" should be translated as "mengunjungi" rather than "menelepon". Likewise, GT still finds idiomatic meanings difficult to interpret, such as translating "break into" as "masuk ke dalam" instead of "membobol or menerebos ke dalam". Regarding intransitive phrasal verbs, GT seems to be unable to identify idiomatic meanings and sentence context. For example, "get away" is translated as "menjauh" instead of the correct meaning "terlepas dari". GT also fails to understand the idiomatic meaning of "flip out," which should be translated as "terkejut atau marah sekali". Though GT provides convenience in translation, the quality of phrasal verb translations still requires improvement, and this research offers valuable insights for machine translation.</em></p> <p><strong>Abstrak. </strong>Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi dan menganalisis kesalahan yang sering muncul ketika menerjemahkan <em>English phrasal verbs</em> ke dalam bahasa Indonesia dengan menggunakan <em>Google Translate</em> (GT). Metode penelitian ini adalah deskriptif-kualitatif. Teknik pengumpulan data ditempuh melalui penelaahan dokumen. Penelitian ini menggunakan analisis deskriptif, yang mana semua data dianalisis untuk mendapatkan hasil dan kesimpulan. Teknik tersebut melibatkan beberapa langkah, yaitu peneliti mengidentifikasi data yang sesuai dengan pernyataan masalah, peneliti mengelompokkan data berdasarkan jenis <em>phrasal verbs</em>. Selanjutnya, data yang telah diklasifikasikan akan dibahas, kemudian peneliti menarik kesimpulan untuk pernyataan masalah. Hasil penelitian menunjukkan bahwa masih terdapat keterbatasan GT dalam menerjemahkan <em>English phrasal verbs</em> ke dalam bahasa Indonesia. GT kesulitan dalam menangani tiga jenis <em>phrasal verbs</em>, yaitu <em>separable, inseparable, dan intransitive</em>. Pada jenis <em>separable phrasal verbs</em>, GT kesulitan dalam mentransfer makna secara akurat, seperti dalam kasus <em>"bring (someone) down</em>" yang kurang memahami aspek idiomatis. GT cenderung menerjemahkan secara harfiah, mengakibatkan ketidakcocokan kontekstual. Pada jenis <em>inseparable phrasal verbs</em>, GT keliru dalam memilih padanan kata yang sesuai dengan konteks, seperti pada <em>"call on"</em> yang seharusnya diterjemahkan sebagai "mengunjungi", bukan "menelepon". GT juga menunjukkan kesulitan dalam mengartikan makna idiomatis, seperti pada <em>"break into"</em> yang seharusnya diterjemahkan sebagai "membobol atau menerebos ke dalam". Sementara, pada jenis <em>intransitive phrasal verbs</em>, GT terlihat kesulitan dalam mengidentifikasi makna idiomatis dan konteks kalimat. Contohnya, pada <em>"get away</em>", GT menerjemahkan secara harfiah sebagai "menjauh", padahal makna yang benar adalah "terlepas dari". GT juga belum mampu memahami makna idiomatis dari "<em>flip out</em>" yang seharusnya diterjemahkan sebagai "terkejut atau marah sekali". Walau GT memberikan kemudahan dalam menerjemahkan, kualitas terjemahan <em>phrasal verbs</em> masih perlu diperbaiki, dan penelitian ini memberikan wawasan tambahan bagi dunia penerjemahan mesin.</p> Viktorius P. Feka Selfiana T. M. Ndapa Lawa Ofrisna Liunokas Copyright (c) 2024 HINEF : Jurnal Rumpun Ilmu Pendidikan http://creativecommons.org/licenses/by-sa/4.0 2024-01-27 2024-01-27 3 1 172 183 10.37792/hinef.v3i1.1224 IMPLEMENTASI PROGRAM KAMPUS MENGAJAR ANGKATAN 6 DALAM UPAYA PENINGKATAN KEMAMPUAN LITERASI DAN NUMERASI SISWA SEKOLAH DASAR https://ojs.cbn.ac.id/index.php/hinef/article/view/1223 <p><strong>Abstract.</strong> <em>This research aims to determine the form of implementation and impact of the Class 6 Kampus Mengajar Program at SDK Manumuti on the literacy and numeracy abilities of elementary school students. Literacy and numeracy have an important role in the development of education and society. However, facts on the field shows that the literacy and numeracy skills of elementary school students in Indonesia are still in the low category. This is a serious problem that should be soon overcome. Kampus Mengajar Program is a government initiative to improve students' literacy and numeracy skills through student’s active participation in supporting learning in elementary schools. This research uses a qualitative approach with descriptive methods involving students, teachers, school principals and also students from Kampus Mengajar Program with the Manumuti SDK assignment school as research subjects. Data collection techniques use observation, interviews and documentation. Based on the results of data analysis, the research results show that the form of implementation of the 6th grade Kampus Mengajar Program at SDK Manumuti is in the form of a Fortune Teller, Literacy and Numeracy Club, Reading House, and Class AKM Mentoring. This program has succeeded in having a positive impact on improving students' literacy and numeracy skills, although the changes have not yet reached 100%. Several obstacles in implementation include limited facilities and infrastructure, student knowledge and skills, and time management for program implementation. Recommendations for the improvement and development of this program include improving coordination with schools, improving facilities and infrastructure, also regular program evaluation. Even though, the Class 6 Teaching Campus Program at SDK Manumuti has had a positive impact and shown potential to improve the literacy and numeracy of elementary school students, in the hope to contributing to scientific literature and providing practical recommendations for the development of similar programs in the future</em>.</p> <p><strong>Abstrak.</strong> Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bentuk implementasi dan dampak Program Kampus Mengajar Angkatan 6 di SDK Manumuti terhadap kemampuan literasi dan numerasi siswa sekolah dasar. Literasi dan numerasi memiliki peran penting dalam perkembangan pendidikan dan masyarakat. Namun, fakta di lapangan menunjukkan bahwa kemampuan literasi dan numerasi siswa SD di Indonesia masih dalam kategori rendah. Hal ini menjadi permasalahan serius yang harus segera ditangani. Program Kampus Mengajar merupakan inisiatif pemerintah untuk meningkatkan kemampuan literasi dan numerasi siswa melalui partisipasi aktif mahasiswa dalam mendukung pembelajaran di sekolah dasar. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode deskriptif yang melibatkan Siswa, guru, kepala sekolah dan juga mahasiswa kampus mengajar dengan sekolah penugasan SDK Manumuti sebagai subyek penelitian. Teknik pengumpulan data menggunakan teknik observasi, wawancara dan dokumentasi. Berdasarkan hasil analisis data, hasil penelitian menunjukkan bahwa bentuk implementasi program kampus mengajar angkatan 6 di SDK Manumuti berupa Si Peramal, Klub Literasi dan Numerasi, Rumah Baca, dan Pendampingan AKM Kelas. Program ini berhasil memberikan dampak positif terhadap peningkatan kemampuan literasi dan numerasi siswa, meskipun perubahan belum mencapai 100%. Beberapa hambatan dalam implementasi mencakup keterbatasan sarana dan prasarana, bekal pengetahuan dan keterampilan mahasiswa, serta manajemen waktu pelaksanaan program. Rekomendasi untuk perbaikan dan pengembangan program mencakup peningkatan koordinasi dengan sekolah, peningkatan fasilitas dan sarana prasarana, serta evaluasi program secara berkala. Meskipun demikian, Program Kampus Mengajar Angkatan 6 di SDK Manumuti telah memberikan dampak positif dan menunjukkan potensi untuk meningkatkan literasi dan numerasi siswa sekolah dasar, dengan harapan dapat memberikan kontribusi pada literatur ilmiah dan memberikan rekomendasi praktis untuk pengembangan program serupa di masa mendatang.</p> Cornelia Amanda Naitili Copyright (c) 2024 HINEF : Jurnal Rumpun Ilmu Pendidikan http://creativecommons.org/licenses/by-sa/4.0 2024-01-27 2024-01-27 3 1 160 171 10.37792/hinef.v3i1.1223 PENINGKATAN HASIL BELAJAR SISWA KELAS III SDK HAREWE PADA MATERI OPERASI PERKALIAN DAN PEMBAGIAN MELALUI PENDEKATAN KONTEKSTUAL https://ojs.cbn.ac.id/index.php/hinef/article/view/1220 <p><strong>Abstract. </strong>Education is the spearhead for changing a human being to be better in terms of character, knowledge so that humans are able to improve their quality to become more qualified. This is sometimes realized by the role of a teacher to improve every learning tool that is owned so that every learning achievement is not achieved well. In this research, I found an obstacle in the field where teachers are always monotonous in every lesson, as a result, they make students as pawns to follow what is there without changing their learning style patterns, always demanding to take notes and listen. Therefore, in this research I provide a little touch of the newest method at SDK Harawe with the discussion and coercion method. I carried out this activity with grade III elementary school students with a total of 20 students. In each cycle different actions were given. In my cycle I use the same method of discussion, namely group and coercion, the teacher does not guide but only gives direction from the teacher's place. The results obtained were only 50% of students who passed, with observation results showing that students were less able to understand each direction of the material. However, in cycle II I carried out an evaluation by changing the media using a stick and a water pipette to count. The teacher provides examples and directly guides each group to provide direction in calculating, the results obtained by students are better able to understand the material provided. From the results of the data, 80% of students completed grade III elementary school mathematics subjects and observations showed that all students understood the material provided.</p> <p><strong>Abstrak.</strong> Pendidikan menjadi tombak untuk mengubah seseorang manusia untuk menjadi lebih baik segi krakter, pengetahuan agar manusia mampu meningkatkan kualitas dirinya menjadi lebih berkualitas. Hal ini kadang disadari oleh peran seorang guru untuk memperbaiki setiap perangkat pembelajaran yang dimiliki sehingga setiap capaian pembelajaran tidak tercapai dengan baik. Dalam penelitian ini saya menemukan sebuah kendala di lapangan yang mana bapa ibu guru selalu monoton dalam setiap pembelajaran akibatnya menjadikan siswa sebagai pion untuk mengikuti apa yang ada tanpa mengubah pola gaya belajar mereka, selalu dituntut mencatat dan mendengarkan. Oleh karena itu, dalam penelitian ini saya memberikan sedikit sentuhan metode yang terbaru di SDK Harawe dengan metode diskusi dan demonstrasi. Kegiatan ini saya lakukan pada siswa kelas III SD dengan jumlah siswa 20. Dalam setiap siklus diberikan perlakukan yang berbeda. Pada siklus I mengunakan metode yang sama yaitu diskusi kelompok dan demonstrasi, guru tidak membimbing tapi hanya memberikan arahakan dari tempat guru. Hasil yang didapatkan Cuma 50% siswa yang lulus dengan hasil observasi menunjukan kurangnya mampu siswa memahami setiap arahan materi. Namun dalam siklus II saya melakukan evaluasi dengan mengubah media menggunakan lidi dan pipet akua untuk menghitung. Guru memberikan contoh dan langsung membimbing setiap kelompok untuk memberikan arahan dalam menghitung, hasil yang didapatkan siswa lebih mampu memahami dengan baik materi yang diberikan. Dari hasil data 80% siswa tuntas matapelajaran matematika kelas III SD dan observasi menunjukan semua siswa paham dengan materi yang diberikan.</p> Mega Luruk Bere Ana Da Lopes Copyright (c) 2024 HINEF : Jurnal Rumpun Ilmu Pendidikan http://creativecommons.org/licenses/by-sa/4.0 2024-01-27 2024-01-27 3 1 153 159 10.37792/hinef.v3i1.1220 CAMPUR KODE DALAM GRUP WHATSAPP KOORDINATOR KAMPUS MENGAJAR ANGKATAN 6 https://ojs.cbn.ac.id/index.php/hinef/article/view/1217 <p><strong>Abstract</strong><strong>. </strong><em>The aim of this research is to identify types of code mixing in the Whatsapp group conversations of the 6th </em><em>Batch</em><em> Teaching Campus Coordinator. The research method uses descriptive qualitative by identifying research objects in the form of Whatsapp conversation data sent by group members. The data taken is a written document that has been documented in the group as part of written communication between university coordinator members throughout Indonesia. Data collection and analysis techniques in this research used three stages, namely identification, classification and interpretation. The research results show that in the Whatsapp group for the 6th </em><em>Batch</em><em> Teaching Campus coordinator, there is a </em><em>code mixing</em><em> used by group members. The types of code mixing include: 1) Intra Sentential Mixing, namely the use of code mixing at the phrase and clause level; 2) Intra Lexical Mixing, namely the use of code mixing at the word level. The words, phrases and clauses that are often used come from Javanese and English; while in type 3) Involving a Change of Pronunciation, </em><em>in the form of</em><em> sound (phonological</em> <em>elements</em><em>) </em><em>is not found in written communication in this Whatsapp group</em><em>.</em></p> <p><strong>Abstrak. </strong>Tujuan penelitian ini untuk mengidentifikasi jenis campur kode dalam percakapan grup <em>Whatsapp</em> koordinator Perguruan Tinggi Kampus Mengajar Angkatan 6. Metode penelitian menggunakan deskriptif kualitatif dengan mengidentifikasi obyek penelitian berupa data percakapan <em>Whatsapp</em> yang dikirimkan oleh anggota grup. Data yang diambil merupakan dokumen tertulis yang telah terdokumentasi ke dalam grup sebagai bagian dari komunikasi secara tulisan antar sesama anggota koordinator perguruan tinggi di seluruh Indonesia. Teknik pengumpulan dan analisis data pada penelitian ini menggunakan tiga tahapan yaitu identifikasi, klasifikasi dan interpretasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dalam grup Whatsapp koordinator perguruan tinggi Kampus Mengajar Angkatan 6 terdapat campur kode yang digunakan oleh anggota grup. Adapun jenis-jenis campur kode tersebut diantaranya: 1) <em>Intra Sentential Mixing</em>, yaitu pemakaian campur kode pada tataran frasa dan klausa; 2) <em>Intra Lexical Mixing</em>, yaitu penggunaan campur kode pada tataran kata. Adapun kata, frasa dan klausa yang sering digunakan berasal dari bahasa Jawa dan bahasa Inggris; sedangkan pada tipe 3) <em>Involving a Change of Pronunciation</em> dengan melibatkan unsur bunyi (fonologis) tidak ditemukan pada komunikasi tulisan dalam grup Whatsapp ini.</p> Christmas Prasetia Ate Copyright (c) 2024 HINEF : Jurnal Rumpun Ilmu Pendidikan http://creativecommons.org/licenses/by-sa/4.0 2024-01-27 2024-01-27 3 1 145 152 10.37792/hinef.v3i1.1217 PENERAPAN MEDIA KUIS INTERAKTIF EASY TEST MAKER PADA SISWA KELAS XI SMA NEGERI 7 KUPANG https://ojs.cbn.ac.id/index.php/hinef/article/view/1208 <p><strong><em>Abstract. </em></strong><em>The lack of use of online-based learning media during learning activities is something that needs to be considered in today's technological developments. Teachers need to optimize various online learning media in order to facilitate and attract students' attention in learning in class and at home. The application of interactive quiz media is one of the steps in introducing students to online learning media. This research is intended to determine students' understanding in the application of interactive quiz media. The purpose of this study was to determine how the process of applying online-based interactive quiz media and to see students' responses to the results of using online-based quiz media in informatics subject learning activities in class XI SMA Negeri 7 Kupang. This research belongs to the type of ex-post facto research (Kerlinger, 1993). In this study, research instruments are needed which include the application of online-based interactive quiz media related to the level of satisfaction and the results of student questionnaires, then the data obtained are processed by inferential analysis. The data collection technique was carried out by means of a questionnaire. In this study, the independent variable (X) is the application of online-based interactive quiz media in learning informatics subjects. For the dependent variable (Y) in this study is student satisfaction when learning using online-based interactive quiz media. The results of the study obtained from the questionnaire calculation of the process of applying online-based interactive quiz media obtained 89% of students at the Sangat Setuju level. Then the results of the calculation of student questionnaires about the satisfaction of online learning on average learning outcomes of 92%. This means that all students are said to be satisfied and successful in using online-based interactive quiz media when learning informatics subjects.</em></p> <p> </p> <p><strong>Abstrak.</strong> Minimnya penggunaan media pembelajaran berbasis online saat kegiatan pembelajaran menjadi hal yang perlu diperhatikan dalam perkembangan teknologi sekarang ini. Guru perlu mengoptimalkan berbagai media pembelajaran online agar dapat memudahkan dan menarik perhatian siswa dalam belajar di kelas maupun di rumah. Penerapan media kuis interaktif merupakan merupakan salah satu langkah dalam mengenalkan kepada siswa tentang media pembelajaran online. Penelitian ini dimaksudkan untuk mengetahui pemahaman siswa dalam penerapan media kuis interaktif. Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui bagaimana proses penerapan media kuis interaktif berbasis online dan melihat tanggapan siswa terhadap hasil penggunaan media kuis berbasis online pada kegiatan pembelajaran mata pelajaran informatika di kelas XI SMA Negeri 7 Kupang. Penelitian ini termasuk ke dalam jenis penelitian <em>ex-post facto</em> (Kerlinger, 1993). Dalam penelitian ini diperlukan instrumen penelitian yang meliputi penerapan media kuis interaktif berbasis online berkaitan dengan tingkat kepuasan dan hasil angket siswa<em>,</em> kemudian data yang diperoleh diolah dengan analisis inferensial. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan cara kuesioner. Dalam penelitian ini variabel bebas (X) adalah penerapan media kuis interaktif berbasis online dalam pembelajaran mata Pelajaran informatika. Untuk variabel terikat (Y) dalam penelitian ini yaitu kepuasan siswa saat pembelajaran menggunakan media kuis interaktif berbasis online. Hasil penelitian didapatkan dari perhitungan angket proses penerapan media kuis interaktif berbasis online diperoleh 89% siswa pada tingkat Sangat Setuju. Kemudian hasil perhitungan angket siswa tentang kepuasan pembelajaran online rata-rata hasil belajar sebesar 92%. Berarti semua siswa dikatakan puas dan berhasil dalam penggunaan media kuis interaktif berbasis online saat pembelajaran mata pelajaran informatika.</p> Yonly Adrianus Benufinit Jhon Enstein Fitry Hestriyani Patola Copyright (c) 2024 HINEF : Jurnal Rumpun Ilmu Pendidikan http://creativecommons.org/licenses/by-sa/4.0 2024-01-27 2024-01-27 3 1 131 144 10.37792/hinef.v3i1.1208 TURATS SEBAGAI STRATEGI PEMBELAJARAN DI LEMBAGA PENDIDIKAN ISLAM https://ojs.cbn.ac.id/index.php/hinef/article/view/1194 <p><strong><em>Abstract. </em></strong><em>This research. aims to analyze how turats can be used in learning strategies in Islamic education institutions. This research uses the literature review method, which is a structured, clear and reproducible approach to identifying, evaluating and synthesizing research works and ideas that have been created by researchers and practitioners. The Turats learning model is experiencing dynamic development. In terms of learning methods, this model follows technological advances, while in the policy aspect, the focus is given to increasing teacher capacity and competency. The findings from this research state that learning the book of turats focuses on the reading aspect with an emphasis on halaqoh. Islamic educational institutions need to implement several steps to achieve progress in learning, and these efforts are initiated by inclusive school supervisors as leaders in each Islamic school. Islamic educational institutions can adopt this halaqoh method which teachers or ustad can apply in learning, where the ustad is responsible for guiding students in reading texts or memorizing, while providing correction if there are errors in pronunciation. Islamic educational institutions need to implement several steps to achieve progress in learning, and these efforts are initiated by inclusive school supervisors as leaders in each Islamic school. Apart from that, there are also efforts made by heads of Islamic education institutions, which of course cannot be separated from collaboration with Islamic school executives within them and asatidz operating under their supervision.</em></p> <p><strong>Abstrak. </strong>Penelitian yang dilakukan ini bertujuan untuk menganalisis turats bisa digunakan di dalam strategi pembelajaran di lembaga-lembaga Pendidikan islam. Penelitian ini menggunanakan metode literaratur riview yang merupakan merupakan suatu pendekatan yang terstruktur, jelas, dan dapat direproduksi untuk menemukan, mengevaluasi, dan menyintesis hasil penelitian dan ide-ide dari peneliti dan pelaku. Model pembelajaran kitab turats mengalami perkembangan yang dinamis. Dalam hal metode pembelajaran, model ini mengikuti kemajuan teknologi, sementara dalam aspek kebijakan, fokus diberikan pada peningkatan kapasitas dan kompetensi pengajar. Temuan dari penelitian ini menyatakan bahwa pembelajaran kitab turats menitik beratkan pada aspek bacaan dengan penekanan pada halaqoh. Lembaga Pendidikan islam perlu mengimplementasikan beberapa langkah Untuk mencapai kemajuan dalam pembelajaran, dan pelaksanaan ini diprakarsai oleh pengawas sekolah inklusif sebagai pemimpin di setiap sekolah Islam. Lembaga Pendidikan islam bisa mengadopsi metode halaqoh ini dimana guru atau ustad bisa menerapkan di dalam pembelajaran, dimana ustad bertanggung jawab untuk membimbing siswa dalam membaca teks atau hafalan, sambil memberikan koreksi apabila ada kesalahan dalam pelafalan. Selain itu, ada juga usaha yang dilakukan oleh kepala lemabaga Pendidikan islam, yang tentunya tidak dapat dipisahkan dari kerjasama dengan eksekutif sekolah islam yang berada di dalamnya dan asatidz yang beroperasi di bawah supervisinya.</p> Alfian Fawaidil Wafa Dedi Kuswandi Copyright (c) 2024 HINEF : Jurnal Rumpun Ilmu Pendidikan http://creativecommons.org/licenses/by-sa/4.0 2024-01-27 2024-01-27 3 1 119 130 10.37792/hinef.v3i1.1194 DEFAMASI IRIANA WIDODO MELALUI MISOGINI DAN DEFEMISME PEREMPUAN (KAJIAN LINGUISTIK FORENSIK) https://ojs.cbn.ac.id/index.php/hinef/article/view/1192 <p><strong><em>Abstract.</em></strong> <em>The rise of defamation cases in Indonesia provides an entry point for forensic linguistic (one of linguistics branches) to solve all the legal cases related to language. For instance, the case of insult and defamation that was allegedly directed to Iriana Widodo through the choice of ironic dictions which referred to her physical appearance, her dressing style, and her communication style. This study aims to analyze in depth several texts that have been posted by several accounts on social media which are suspected in containing defamation isues against her. This study uses forensic linguistic analysis through a qualitative descriptive approach. The data in this research are some texts taken from social media accounts. Those texts went viral because they allegedly contained elements of defamation against her. To dissect each aspect as a means of discourse in each text, this study uses Halliday's social semiotic analysis. The results found that both texts contained insults containing physical insults (body shaming) and attacks on Iriana Widodo's honor as First Lady of the Indonesian Republic. The data in C.1 also contains attitude shaming which contains elements of misogyny towards women (in this case towards female prostitutes - specifically for data C.1). Meanwhile the data C.2 shows that the text used ironic figures of speech to indirectly insinuate Iriana Widodo's physical apperances and clothing style which is associated with household assistants (housemaids). The author of the text also used the dysphemism of prostitutes to attack Iriana Widodo (data C.2). Finally, data C.2 shows that the text maker attacks her by choosing ironic figures of speech.</em></p> <p><strong>Abstrak.</strong> Kasus defamasi atau pencemaran nama baik di Indonesia memberikan jalan masuk kepada salah satu cabang ilmu linguistik mutahir yaitu linguistik forensik untuk memecahkan kasus-kasus hukum yang berkaitan dengan bahasa. Kajian ini membahasa dugaan penghinaan dan pencemaran nama baik yang diduga ditujukan kepada Iriana Widodo melalui pemilihan diksi-diksi ironi yang merujuk pada penampilan fisik Iriana Widodo, gaya berbusananya, dan gaya berkomunikasinya. Tujuan utama kajian untuk menganalisis secara mendalam beberapa teks-teks yang telah diposting oleh beberapa akun di media sosial yang diduga mengandung defamasi terhadap Iriana Widodo. Kajian ini menggunakan pisau analisis linguistik forensik melalui pendekatan deskriptif kualitatif. Data pada penelitian ini adalah teks-teks yang di ambil di akun media sosial yang viral karena diduga mengandung unsur pencemaran nama baik kepada Iriana Widodo. Untuk membedah setiap aspek-aspek sebagai sarana wacana pada masing-masing teks, kajian ini menggunakan analisis semiotika sosial Halliday. Hasil penelitian menemukan kedua teks tersebut mengandung penghinaan yang bermuatan penghinaan fisik <em>(body shaming)</em> dan penyerangan terhadap kehormatan Iriana Widodo sebagai Ibu Negara RI. Data pada C.1 mengandung penghinaan perilaku (<em>attitude shaming)</em> yang bermuatan unsur misogini terhadap perempuan (dalam hal ini terhadap pelacur perempuan- khusus untuk data C.1). Selain itu untuk data C.2 si aktor pembuat teks menggunakan majas ironi untuk menyindir secara tidak langsung fisik dan gaya berbusana <em>(outfit)</em> Iriana Widodo yang diasosiasikan dengan asisten rumah tangga (bibi atau pembantu rumah tangga). Si pembuat teks juga mengunakan diksi disfemisme <em>pelacur</em> untuk menyerang Iriana Widodo (data C.2). Sedangkan data C.2 menunjukan pembuat teks menyerang dengan pemilihan majas ironi.</p> AGNES MARIA DIANA RAFAEL Ngurah Indra Pradhana Copyright (c) 2024 HINEF : Jurnal Rumpun Ilmu Pendidikan http://creativecommons.org/licenses/by-sa/4.0 2024-01-27 2024-01-27 3 1 103 118 10.37792/hinef.v3i1.1192 TOTAL QUALITY MANAGEMENT KEPALA SEKOLAH DALAM PEMBENTUKAN KARAKTER SISWA DI SEKOLAH DASAR https://ojs.cbn.ac.id/index.php/hinef/article/view/1188 <p><strong><em>Abstract.</em></strong> <em>This research aims to understand the role of the school principal as a top leader in implementing Total Quality Management (TQM) to shape students' character at SDK St. Yoseph 4 Kupang City. The approach used in this research is a qualitative descriptive approach. Data collection techniques are based on interviews and questionnaires. The data analysis technique for this research uses Miles and Huberman's data analysis, which includes data reduction, data presentation, and drawing conclusions. The results of this research will show that a quality school is indicated by the strengthening of its students' character, involving all stakeholders, especially the school principal. The principal of SDK St. Yoseph 4 Kupang City, in character strengthening through TQM, obtained an overall percentage of 83.30%, indicating a very strong impact. This encompasses seven aspects: educator, manager, administrator, leader, innovator, motivator, and supervisor. There are seven efforts made by the principal of SDK St. Yoseph 4 Kupang City as the implementation of Total Quality Management (TQM) to built students' character. First, continuous improvement of students' character. Second, changing the school culture and creating a conducive school atmosphere. Third, maintaining good relationships with customers. Fourth, organizing integrated character education through three pathways: teaching, school management, and student coaching. Fifth, providing regular training to teachers and staff to ensure a deep understanding of TQM concepts and their application in the educational environment, exchanging ideas and best practices among teachers and staff to collectively improve teaching quality. Sixth, utilizing educational technology to enhance the efficiency and effectiveness of the learning process, reflecting TQM principles, and supporting the development of students' character. Seventh, collaboratively developing extracurricular programs that not only enrich students' knowledge but also support their character development, involving the improvement of interpersonal skills, leadership, and social responsibility.</em></p> <p><strong>Abstrak.</strong> Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana peran kepala sekolah sebagai top leader dalam menerapkan total quality management untuk membentuk karakter siswa di Sekolah Dasar St. Yoseph 4 Kota Kupang. Pendekatan yang dilakukan pada penelitian ini yaitu menggunakan pendekatan kualitatif dengan pendekatan deskriptif. Teknik pengambilan data berdasarkan hasil wawancara dan kuesioner. Teknik analisis data untuk penelitian ini menggunakan analisis data miles dan huber, yaitu dengan reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil temuan dari penelitian ini akan memperlihatkan bahwa sekolah yang bermutu salah satu indikatornya adalah penguatan karakter peserta didiknya yang melibatkan semua stakeholder terkhususnya kepala sekolah. Kepala sekolah di SDK ST. Yoseph 4 Kota Kupang dalam penguatan karakter peserta didik melalu TQM memperoleh presentase yang secara keseluruhan 83,30% atau sangat kuat. Hal ini meliputi tujuh aspek yaitu educator, manajer, administrator, leader, innovator, motivator, dan supervisor. Dalam pembentukan karakter peserta didik di sekolah, ada tujuh upaya yang dilakukan oleh kepala sekolah SDK St. Yoseph 4 sebagai implementasi Total Quality Management (TQM) kepala sekolah yaitu pertama melakukan perbaikan karakter peserta didik secara terus menerus Kedua, dengan cara melakukan perubahan kultur dan menciptakan suasana sekolah yang kondusif Ketiga, mempertahankan hubungan baik dengan pelanggan Keempat, menyelengarakan pendidikan karakter secara terpadu melalui 3 jalur yaitu pembelajan, manajemen sekolah dan pembinaan kepesertadidikan. Kelima, memberikan pelatihan rutin kepada guru dan tendik untuk memastikan pemahaman mendalam tentang konsep TQM dan menerapkannya dalam lingkungan pendidikan, pertukaran ide dan praktik terbaik di antara guru dan tendik untuk meningkatkan kualitas pengajaran secara kolektif. Keenam, memanfaatkan teknologi pendidikan untuk meningkatkan efisiensi dan efektivitas proses pembelajaran yang mencerminkan prinsip-prinsip TQM dan mendukung pengembangan karakter siswa. Ketujuh, bersama sama menyusun program ekstrakurikuler yang tidak hanya memperkaya pengetahuan siswa tetapi juga mendukung pengembangan karakter mereka. Ini melibatkan peningkatan keterampilan interpersonal, kepemimpinan, dan tanggung jawab sosial yang implikasinya.</p> Yulsy Marselina Nitte Lusia Kali Boka Copyright (c) 2024 HINEF : Jurnal Rumpun Ilmu Pendidikan http://creativecommons.org/licenses/by-sa/4.0 2024-01-27 2024-01-27 3 1 93 102 10.37792/hinef.v3i1.1188 PENERAPAN ALGORITMA PROMETHEE DALAM PENILAIAN KINERJA DOSEN https://ojs.cbn.ac.id/index.php/hinef/article/view/1183 <p><strong>Abstract</strong>:<em> This research focuses on the implementation of performance assessment for lecturers at the Faculty of Education and Teacher Training (FKIP) of Citra Bangsa University. Lecturers are expected to demonstrate good performance because educational institutions play a role in producing quality human resources. Performance appraisals generally aim to provide feedback or feedback to employees in an effort to improve work performance, increase the productivity of an organization, and are specifically carried out in relation to various policies towards employees, such as for the purpose of promotion or giving awards. The Promethee method can make decisions based on calculations conducted on each criterion. There are seven (7) criteria used in this research. The results obtained are a net flow value of 0.238095 for lecturer E and the lowest value is found for lecturer A with a value of -0.09524. According to the calculations conducted, it is found that lecturers E, B, and D are recommended for having good performance.</em></p> <p><strong>Abstra</strong><strong>k</strong> Penelitian difokuskan pada implementasi penilaian kinerja dosen FKIP Universitas Citra Bangsa. Dosen dituntut untuk dapat menunjukkan kinerja yang baik hal ini karenakan lembaga pendidikan memiliki peran dalam menghasilkan sumber daya yang berkualitas. Penilaian kinerja secara umum bertujuan untuk memberikan feedback atau timbal balik kepada karyawan dalam upaya memperbaiki tampilan kerja, meningkatkan produktivitas suatu organisasi, dan secara khusus dilakukan berkaitan dengan berbagai kebijaksanaan terhadap karyawan, seperti untuk tujuan promosi jabatan atau memberikan penghargaan. Metode Promethee dapat menghasilkan keputusan berdasarkan perhitungan yang dilakukan pada masing-masing kriteria. Kriteria yang digunakan dalam penelitian ini ada 7 kriteria. Hasil yang diperoleh dosen E yaitu nilai net flow sebesar 0,238095 dan dosen yang memiliki nilai rendah terdapat pada dosen A dengan nilai -0,09524. Dari hasil perhitungan yang dilakukan dapat ditemukan bahwa dosen E,B,D yang direkomendasikan dengan memiliki kinerja yang baik.</p> Diana Yani Fallo Yonly Benufinit Maria Sogen Copyright (c) 2024 HINEF : Jurnal Rumpun Ilmu Pendidikan http://creativecommons.org/licenses/by-sa/4.0 2024-01-27 2024-01-27 3 1 81 92 10.37792/hinef.v3i1.1183 ANALISIS PERAN IPAS MEWUJUDKAN PROFIL PELAJAR PANCASILA SEBAGAI GAMBARAN IDEAL PEMBENTUKAN KARAKTER SISWA SEKOLAH DASAR https://ojs.cbn.ac.id/index.php/hinef/article/view/1175 <p><strong><em>Abstract. </em></strong><em>The aim of this research is to analyze and describe the role of IPAS in realizing the Pancasila Student Profile as an ideal description of character formation for elementary school students at GMIT Kuanino 1 Elementary School, Kupang City. This type of qualitative research uses descriptive analysis methods carried out by means of observation and interviews. The research results found that the main role of science and science subjects is as a means of introducing Pancasila values ​​to students. Through science learning, students are invited to understand the meaning and importance of the noble values ​​of Pancasila such as mutual cooperation, justice, democracy, unity and oneness. Students at GMIT Kuanino 1 Elementary School, Kupang City, consisting of various ethnicities and religions, are taught by teachers to uphold an awareness of mutual tolerance. This is a real implementation of the IPAS material. Apart from maintaining the living environment around the school, students are taught to maintain good social relations between each other in the school environment.</em></p> <p><strong>Abstrak. </strong>Tujuan penelitian ini yaitu untuk menganalisis dan mendeskripsikan Peran IPAS dalam mewujudkan Profil Pelajar Pancasila sebagai gambaran ideal Pembentukan Karakter Siswa Sekolah Dasar pada SD GMIT Kuanino 1 Kota Kupang. Jenis penelitian kualitatif dengan mengunakan metode deskripsi analisis yang dilakukan dengan cara observasi dan wawancara. Hasil penelitian ditemukan bahwa peran utama mata pelajaran IPAS adalah sebagai sarana untuk mengenalkan nilai-nilai Pancasila kepada para siswa. Melalui pembelajaran IPAS, siswa diajak untuk memahami makna dan pentingnya nilai-nilai luhur Pancasila seperti gotong royong, keadilan, demokrasi, persatuan, dan kesatuan. Siswa di SD GMIT Kuanino 1 Kota Kupang terdiri dari beragam suku dan agama diajarkan guru untuk menjunjung kesadaran toleransi Bersama. Hal ini merupakan implementasi nyata dari materi IPAS. Selain memelihara lingkungan hidup sekitar sekolah, siswa diajarkan memelihara perilaku hubungan sosial yang baik antara sesame di lingkungan sekolah.</p> Asti Yunita Benu Heryon Bernad Mbuik Copyright (c) 2024 HINEF : Jurnal Rumpun Ilmu Pendidikan http://creativecommons.org/licenses/by-sa/4.0 2024-01-27 2024-01-27 3 1 76 80 10.37792/hinef.v3i1.1175 BELAJAR DARI KEUNGGULAN PENGELOLAAN PENDIDIKAN FINLANDIA DAN RELEVANSINYA DENGAN PEMIKIRAN KI HAJAR DEWANTARA TENTANG PENDIDIKAN https://ojs.cbn.ac.id/index.php/hinef/article/view/1173 <p><strong><em>Abstract. </em></strong><em>Education plays an important role in the progress and development of a country. Finland as one of the countries with the best education system can be a reference for advancing education in Indonesia. Apart from that, the thoughts of educational figure Ki Hajar Dewantara through the formulation of educational theories which are embodied in Taman Siswa education can also be a reflection of learning to improve the quality of Indonesian education today. The purpose of writing this article is to explore the excellence of education in Finland and Ki Hajar Dewantara thoughts on education. The method used is literature study and descriptive analysis to explore the results of literature study exploration. The results obtained are that the excellence of education in Finland, among others, is the existence of principles of equality, equity, and diversity in education management. Furthermore, the decentralized system, varied curriculum, learning and assessment are other advantages of education in Finland. The last is related to teacher qualifications and competencies. Meanwhile, from Ki Hajar Dewantara thinking, 8 educational theory formulations were found, namely human nature theory, natural nature theory, basic and teaching theory, among theory, tricenter theory of education, free spirit education theory, independence theory, and complete learning theory. The integration of Finnish educational excellence and the concept of KHD thinking can be a good practice that can be implemented in order to improve the quality of Indonesian education.</em></p> <p><strong>Abstrak. </strong>Pendidikan berperan penting pada kemajuan dan perkembangan suatu negara. Finlandia sebagai salah satu negara dengan sistem pendidikan terbaik dapat menjadi acuan untuk memajukan pendidikan di Indonesia. Disamping itu, pemikiran dari tokoh pendidikan Ki Hajar Dewantara melalui rumusan teori pendidikan yang terejawentahkan dalam pendidikan Taman Siswa juga dapat menjadi cerminan pembelajaran untuk meningkatkan kualitas pendidikan Indonesia saat ini. Tujuan penulisan artikel ini adalah mengeksplorasi keunggulan pendidikan di Finlandia dan pemikiran Ki Hajar Dewantara tentang pendidikan. Metode yang digunakan adalah studi literatur dan analisis deskriptif untu mendalami hasil eksplorasi studi literatur. Hasil yang diperoleh adalah keunggulan pendidikan di Finlandia antara lain adalah adanya prinsip equality, equity, dan diversity dalam pengelolaan pendidikan. Selanjutnya sistem desentralisasi, kurikulum, pembelajaran, dan penilaian yang variatif menjadi keunggulan lainnya pendidikan di Finlandia. Terakhir adalah terkait kualifikasi dan kompetensi guru. Sedangkan dari pemikiran Ki Hajar Dewantara ditemukan 8 rumusan teori pendidikan yaitu teori kodrati manusia, teori kodrat alam, teori dasar dan ajar, teori among, teori tripusat pendidikan, teori pendidikan jiwa merdeka, teori kemandirian, dan teori belajar tuntas. Integrasi keunggulan pendidikan Finlandia dan konsep pemikiran KHD dapat menjadi praktik baik yang dapat dimplementasi dalam rangka meningkatkan kualitas pendidikan Indonesia.</p> Hengky Hailitik Copyright (c) 2024 HINEF : Jurnal Rumpun Ilmu Pendidikan http://creativecommons.org/licenses/by-sa/4.0 2024-01-27 2024-01-27 3 1 64 75 10.37792/hinef.v3i1.1173 KENDALA DAN SOLUSI DALAM PROSES PENDAMPINGAN GURU TINGKAT TINGGI https://ojs.cbn.ac.id/index.php/hinef/article/view/1171 <p><strong><em>Abstract. </em></strong><em>Mentoring also plays an important role in helping teachers adapt to changes and innovations in the world of education. Through mentoring, teachers can gain a better understanding of these changes and get the support they need to implement them successfully. Literature, or bibliography study, is a very important research method in the academic world. This research involves collecting, evaluating, and analyzing written works that are relevant to the topic or research question being discussed. In carrying out literature studies, researchers can access various sources, such as scientific journals, textbooks, theses, dissertations, and popular articles. Mentors and trainees need to have clear and open communication channels to share information, questions, and problems that arise during the mentoring process. With effective communication, mentors can provide targeted guidance, and trainees can express their needs and expectations clearly. Apart from providing guidance, partnership is also about collaboration and joint learning, learning from each other, and exchanging knowledge and experience. The partnership between mentor and trainee is not just about providing guidance but also about collaboration and mutual learning. Mentors and trainees can learn from each other and exchange knowledge and experience. With active collaboration, trainees can develop new skills and knowledge, while mentors can expand their understanding through new perspectives and ideas brought by trainees.</em></p> <p><strong>Abstrak. </strong>Mentoring juga berperan penting dalam membantu guru beradaptasi dengan perubahan dan inovasi dalam dunia pendidikan. Melalui mentoring, guru dapat mendapatkan pemahaman yang lebih baik tentang perubahan ini dan mendapatkan dukungan yang dibutuhkan untuk mengimplementasikannya dengan sukses. Studi literatur atau kepustakaan merupakan suatu metode penelitian yang sangat penting dalam dunia akademik. Penelitian ini melibatkan pengumpulan, evaluasi, dan analisis karya-karya tulis yang relevan dengan topik atau pertanyaan penelitian yang sedang dibahas. Dalam menjalankan studi literatur, peneliti dapat mengakses berbagai sumber seperti jurnal ilmiah, buku teks, tesis, disertasi, dan artikel populer.Mentor dan peserta pelatihan perlu memiliki saluran komunikasi yang jelas dan terbuka untuk berbagi informasi, pertanyaan, dan masalah yang muncul selama proses pendampingan. Dengan komunikasi yang efektif, mentor dapat memberikan bimbingan yang terarah dan peserta pelatihan dapat mengungkapkan kebutuhan dan harapannya dengan jelas.Kemitraan selain memberikan bimbingan, juga tentang kolaborasi dan pembelajaran bersama, saling belajar dan bertukar pengetahuan dan pengalaman. Kemitraan antara mentor dan peserta pelatihan bukan hanya tentang memberikan bimbingan, tetapi juga tentang kolaborasi dan pembelajaran bersama. Mentor dan peserta pelatihan bisa saling belajar dan bertukar pengetahuan dan pengalaman. Dengan kolaborasi yang aktif, peserta pelatihan dapat mengembangkan keterampilan dan pengetahuan baru, sementara mentor dapat memperluas pemahamannya melalui perspektif dan ide-ide baru yang dibawa oleh peserta pelatihan.</p> Agus Miftakus Surur Dedi Kuswandi Copyright (c) 2024 HINEF : Jurnal Rumpun Ilmu Pendidikan http://creativecommons.org/licenses/by-sa/4.0 2024-01-27 2024-01-27 3 1 52 63 ANALISIS PENYELENGGARAAN DAN PENGELOLAAN PENDIDIKAN (AMERIKA DAN INDONESIA) https://ojs.cbn.ac.id/index.php/hinef/article/view/1170 <p><strong><em>Abstract. </em></strong><em>The aim of this research is to find out the rules that apply to the education system in the United States and to find out the regulations regarding the education system in Indonesia and the implementation of education. This research method uses library research, by examining books, documents and journals as sources of information. In the process, this research uses data collection techniques in the form of content analysis. The results of the research show that in the education system in Indonesia in particular, a number of implications must be met so that the goals and benefits of SBM can be achieved in the form of changes in the roles of parties including education service officials, school supervisors, school principals, teachers and students, as well as the community and people. old students. Indonesian education stakeholders must be able to create school innovation (struggling schools) and school accountability. Therefore, it is very important to get to know the education system in America. 1) Theoretical implications provide contributions regarding education management with various approaches, concepts and theoretical approaches. 2) Practical implications contribute to professional practice, staff development, formation and development of professional organizations for educators, parents and students.</em></p> <p><strong>Abstrak. </strong>Tujuan penelitian ini untuk mengetahui aturan yang berlaku pada sistem pendidikan di Amerika Serikat (AS) dan mengetahui pengaturan mengenai sistem pendidikan di Indonesia dan pelaksanaan pendidikannya. Metode penelitian ini menggunakan <em>library research</em> atau penelitian kepustakaan, dengan mengkaji buku, dokumen, dan jurnal sebagai sumber informasi. Dalam prosesnya, penelitian ini menggunakan teknik pengumpulan data berupa <em>content analysis</em>. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sistem pendidikan di Indonesia khususnya, sejumlah implikasi yang harus dipenuhi agar tujuan dan manfaat MBS dapat dicapai berupa perubahan peran dari pihak yang mencakup pejabat dinas pendidikan, para pengawas sekolah, para kepala sekolah, para guru dan siswa, maupun masyarakat dan orang tua siswa. Stakeholder pendidikan Indonesia harus mampu menciptkan inovasi sekolah (struggling schools) dan akuntabilitas sekolah. Oleh karena itu, sangatlah penting untuk mengenal sistem pendidikan di Amerika. 1) Implikasi teoritis memberikan kontribusi mengenai pengelolaan pendidkan dengan berbagai pendekatan, konsep dan pendekatan secara teoritis. <br />2) Implikasi praktis memberikan kontribusi dalam praktik profesional, pengembangan staf, pembentukan dan pembinaan organisasi profesional untuk pendidik, orang tua maupun siswa.</p> Hestiningtyas Yuli Pratiwi Copyright (c) 2024 HINEF : Jurnal Rumpun Ilmu Pendidikan http://creativecommons.org/licenses/by-sa/4.0 2024-01-27 2024-01-27 3 1 38 51 IMPLEMENTASI PERSONALIZED LEARNING MENGGUNAKAN LITERCY ICT DIGITAL : SEBUAH SYSTEMATIC LITERATUR REVIEW https://ojs.cbn.ac.id/index.php/hinef/article/view/1169 <p><strong><em>Abstract. </em></strong><em>The different learning needs of students are met by accommodating and personalizing their education. Technology is often used to facilitate the personalization of student learning environments. However, the educational world is currently struggling to implement such an approach. The change in digital literacy practices in the context of education requires a continuous re-examination of the conceptualization of digital literature education. The research uses the method of systematic literature review (SLR) to trace selected literature from 35 Scopus indexed journals on the implementation of personalized learning using digital ICT literacy. The results of the research show that the urgent need of students for personalized learning becomes more evident as educational information progresses. Personalized Recommendation Technology (PR) can help personalized learning and improve student learning efficiency. The development of personalized learning platforms can be done based on CF (collaborative filtering) algorithms, and perform system needs analysis. But it still requires an evaluation of personalized learning features in order to be able to understand the behavioral features of learning intelligently.</em></p> <p><strong>Abstrak. </strong>Kebutuhan pembelajaran yang berbeda dari siswa dipenuhi dengan mengakomodasi dan mempersonalisasi pendidikan mereka. Teknologi sering digunakan untuk memfasilitasi personalisasi lingkungan belajar siswa. Namun, saat ini dunia pendidikan mengalami kesulitan untuk menerapkan pendekatan tersebut. Perubahan praktik literasi digital dalam konteks pendidikan mengharuskan terus meninjau kembali konseptualisasi pendidikan literasi digital. Penelitian ini menggunakan metode systematic literature review (SLR) untuk menelusuri literatur-literatur terpilih dari 35 jurnal terindeks Scopus tentang implementasi pembelajaran dipersonalisasi menggunakan litercy ICT digital. Hasil penelitian menunjukan kebutuhan mendesak pelajar akan pembelajaran yang dipersonalisasi menjadi lebih jelas seiring dengan kemajuan informasi pendidikan. Teknologi rekomendasi yang dipersonalisasi (PR) dapat membantu pembelajaran yang dipersonalisasi dan meningkatkan efisiensi pembelajaran peserta didik. Pengembangan platform pembelajaran yang dipersonalisasi dapat dilakukan berdasarkan algoritma CF (collaborative filtering), dan melakukan analisis kebutuhan sistem. Tetapi tetap perlu adanya evaluasi fitur pembelajaran yang dipersonalisasi agar dapat memahami fitur perilaku belajar secara cerdas.</p> Winarno winarno Copyright (c) 2024 HINEF : Jurnal Rumpun Ilmu Pendidikan http://creativecommons.org/licenses/by-sa/4.0 2024-01-27 2024-01-27 3 1 26 37 10.37792/hinef.v3i1.1169 STUDI PERSPEKTIF SISWA TERHADAP EFEKTIVITAS PEMBELAJARAN MATEMATIKA DENGAN PENERAPAN CHATGPT https://ojs.cbn.ac.id/index.php/hinef/article/view/1160 <p><strong><em>Abstract. </em></strong><em>The utilization of individually tailored learning systems facilitated by artificial intelligence (AI) yields substantial advantages in comprehending mathematical concepts among students. Through the capability to adapt the learning pace to each student's comprehension level, AI fosters a personalized and efficacious learning experience. This enables students to concentrate on areas demanding more attention, thereby enhancing their comfort and confidence in the process of learning mathematics. The integration of this technology not only expedites material assimilation but also establishes an environment conducive to the holistic development of mathematical skills. This research proposes an examination that seeks to scrutinize the perspective of artificial intelligence, specifically focusing on the application of ChatGPT, in mathematics education at SMA Negeri 6 Gorontalo. The research methodology employed involves descriptive analysis through the distribution of questionnaires to students. These questionnaires are crafted to probe their opinions on the efficacy of ChatGPT in enhancing comprehension and engagement in mathematics learning. Anticipated outcomes of the analysis aim to furnish profound insights into the repercussions of integrating artificial intelligence in the realm of mathematics education at the secondary school level. The research findings revealed a disjunction between the satisfaction levels of SMA Negeri 6 Gorontalo students with ChatGPT in mathematics learning and the infrequent utilization of the tool in schools. This discrepancy necessitates a thorough evaluation and policy adjustments, encompassing flexibility in smartphone usage regulations, improvements in internet connectivity, and a proactive approach to enhance student participation in the assimilation of ChatGPT into the learning process. Based on the research results, it appears that there is a gap between the level of student satisfaction with the use of ChatGPT in mathematics learning and the frequency of use which is less frequent in school. Although some students stated that they were satisfied with using ChatGPT, the majority indicated that they rarely used the application. Therefore, it is concluded that there are several barriers or inhibiting factors that may influence the low frequency of use in the school environment.</em></p> <p><strong>Abstrak</strong>. Pemanfaatan sistem pembelajaran yang dirancang secara individual yang difasilitasi oleh kecerdasan buatan (AI) menghasilkan keuntungan besar dalam pemahaman konsep matematika di kalangan siswa. Melalui kemampuan untuk menyesuaikan kecepatan pembelajaran dengan tingkat pemahaman setiap siswa, AI menumbuhkan pengalaman belajar yang dipersonalisasi dan efektif. Hal ini memungkinkan siswa untuk berkonsentrasi pada bidang yang memerlukan perhatian lebih, sehingga meningkatkan kenyamanan dan kepercayaan diri mereka dalam proses belajar matematika. Integrasi teknologi ini tidak hanya mempercepat asimilasi materi tetapi juga menciptakan lingkungan yang kondusif bagi pengembangan keterampilan matematika secara holistik. Penelitian ini mengusulkan suatu kajian yang berupaya mencermati perspektif kecerdasan buatan, khususnya yang berfokus pada penerapan ChatGPT dalam pendidikan matematika di SMA Negeri 6 Gorontalo. Metodologi penelitian yang digunakan meliputi analisis deskriptif. Penelitian ini dibuat untuk menyelidiki pendapat mereka tentang kemanjuran ChatGPT dalam meningkatkan pemahaman dan keterlibatan dalam pembelajaran matematika. Hasil analisis yang diharapkan bertujuan untuk memberikan wawasan mendalam tentang dampak pengintegrasian kecerdasan buatan dalam bidang pendidikan matematika di tingkat sekolah menengah. Temuan penelitian menunjukkan adanya perbedaan antara tingkat kepuasan siswa SMA Negeri 6 Gorontalo terhadap ChatGPT dalam pembelajaran matematika dan jarangnya pemanfaatan alat tersebut di sekolah. Kesenjangan ini memerlukan evaluasi menyeluruh dan penyesuaian kebijakan, yang mencakup fleksibilitas peraturan penggunaan ponsel cerdas, peningkatan konektivitas internet, dan pendekatan proaktif untuk meningkatkan partisipasi siswa dalam asimilasi ChatGPT ke dalam proses pembelajaran. Berdasarkan hasil penelitian, terlihat adanya kesenjangan antara tingkat kepuasan siswa terhadap penggunaan ChatGPT dalam pembelajaran matematika dan frekuensi penggunaan yang kurang sering di sekolah. Meskipun sebagian siswa menyatakan puas dengan penggunaan ChatGPT, namun mayoritas mengindikasikan bahwa mereka jarang menggunakan aplikasi tersebut. Oleh karena itu, disimpulkan bahwa terdapat beberapa hambatan atau faktor penghambat yang mungkin mempengaruhi rendahnya frekuensi penggunaan di lingkungan sekolah.</p> Hariyanto S. Auna Auna Nuriyati Hamzah Copyright (c) 2024 HINEF : Jurnal Rumpun Ilmu Pendidikan http://creativecommons.org/licenses/by-sa/4.0 2024-01-27 2024-01-27 3 1 13 25 10.37792/hinef.v3i1.1160 ETNOMATEMATIKA MELAYU: MENGUNGKAP KONSEP MATEMATIKA GEOMETRI PADA TEPAK SIRIH https://ojs.cbn.ac.id/index.php/hinef/article/view/1159 <p><strong><em>Abstract. </em></strong><em>Mathematics learning carried out in schools currently is still formal and theoretical based on textbooks and is less varied. This has an impact on students' desire to learn mathematics. Thus, there needs to be a relationship between school mathematics and mathematics outside of school. An ethnomathematics approach can be used to connect culture and mathematics. In addition, mathematics that integrates culture will have a significant impact on mathematics lessons. The aim of this research is to gain an understanding of the geometric concepts found in "tepak sirih". Descriptive research with a qualitative approach. Data was collected through studies literature. The data was analyzed using the stages of data reduction, data presentation, drawing conclusions and verification. The results of the research show the mathematical concepts contained in tepak betel, which are related to geometry with the topic of flat shapes consisting of the concepts and principles of isosceles trapezoids, rectangles, and congruence of flat shapes, as well as parallel lines.</em></p> <p><strong>Abstrak. </strong>Pembelajaran matematika yang dilaksanakan di sekolah saat ini masih bersifat formal dan teoritis berdasaran buku teks serta kurang variative. Hal ini memberikan berdampak pada keinginan siswa untuk belajar matematika. Dengan demikian, perlu ada hubungan antara matematika sekolah dan matematika di luar sekolah. Pendekatan etnomatematika dapat digunakan untuk menghubungkan budaya dan matematika. Selain itu, matematika yang mengintegrasikan budaya akan memiliki dampak yang signifikan terhadap Pelajaran matematika. Tujuan penelitian ini adalah untuk mendapatkan pemahaman tentang konsep geometri yang ditemukan pada tepak sirih. Penelitian deskriptif dengan pendekatan kualitatif. Data dikumpulkan melalui studi literatur. Data dianalisis dengan tahapan reduksi data, penyajian data, menarik kesimpulan dan verifikasi. Hasil penelitian memperlihatkan konsep matematika yang terdapat pada tepak sirih, yaitu berkaitan dengan geometri dengan topik bangun datar yang terdiri dari konsep dan prinsip trapezium sama kaki, persegi Panjang, dan kekongruenan bangun datar, serta garis sejajar.</p> Annajmi Annajmi Copyright (c) 2024 HINEF : Jurnal Rumpun Ilmu Pendidikan http://creativecommons.org/licenses/by-sa/4.0 2024-01-27 2024-01-27 3 1 1 12 10.37792/hinef.v3i1.1159 PENGARUH MODEL PEMBELAJARAN BERBASIS MASALAH (PROBLEM BASED LEARNING) TERHADAP KEMAMPUAN MENULIS TEKS NARATIF (CERITA RAKYAT) BERBASIS KEARIFAN LOKAL PADA MAHASISWA SEMESTER II PENDIDIKAN BAHASA INGGRIS UNIVERSITAS CITRA BANGSA https://ojs.cbn.ac.id/index.php/hinef/article/view/1019 <p>This study aims to determine the influence of problem-based learning model/PBL towards narrative text (folklore) writing ability based on local wisdom in second semester students of English Education Study Program in Citra Bangsa University (UCB). This study applies a quantitative approach with a quasi-experimental design. The sampling technique uses saturation sampling (census) where the total population is less than 30 therefore the total sample in this study is the same as the total population, 20 students. Data collection technique uses an essay test. Before the instrument is distributed, there are validity and reliability tests to obtain the validity of the instrument. The results of the validity test shows that 20 items are valid and reliable/consistent. The hypothesis analysis requirements test consists of normality test, data homogeneity and data analysis techniques using the t-test. The results of the data normality test show that the sig. in the control class 0.333&gt; 0.05 and the experimental class 0.366&gt; 0.05 so that both are normally distributed. While the results of the homogeneity test show that the probability value is 0.449&gt; 0.05, then the two classes can be said to be homogeneous. The results of the difference test on the average of writing ability of narrative text (folklore) based on local wisdom for the control class and the experimental class show that the average of writing ability of narrative text (folklore) based on local wisdom for the experimental class is higher than the average of writing ability of narrative text (folklore) based on local wisdom of the control class, which is 85.35&gt; 77.15 and the score of sig. on the independent t-test shows a result of 0.000 &lt;0.005. In conclusion, Problem-Based Learning model influences narrative text (folklore) writing ability based on local wisdom in second semester students of English Education Study Program in Citra Bangsa University (UCB).</p> Selfiana Triyanty M. Ndapa Lawa Roswita Lioba Nahak Viktorius Paskalis Feka Copyright (c) 2023 HINEF : Jurnal Rumpun Ilmu Pendidikan http://creativecommons.org/licenses/by-sa/4.0 2023-08-20 2023-08-20 3 1 102 110 10.37792/hinef.v2i2.1019 PENGARUH PENGGUNAAN MEDIA PEMBELAJARAN BERBASIS KEARIFAN LOKAL “ECLIPSE AMMU PE” TERHADAP HASIL BELAJAR IPA SISWA SEKOLAH DASAR https://ojs.cbn.ac.id/index.php/hinef/article/view/1017 <p>This study aims to determine the impact of using local wisdom-based learning media "Eclipse Ammu Pe" on students' interest and learning outcomes in science subjects at the primary school level. The research method used was a pretest-posttest control group experimental design involving students of class V of SDN Fatke. Learning outcome data were measured using pretest and posttest written tests. In addition, students' interest in learning was also assessed through observation and questionnaire. The results of data analysis showed that the experimental group using local wisdom-based learning media experienced a significant increase in learning outcomes and also showed a higher increase in learning interest compared to the control group. Statistical tests showed a low significance value (0.000) for the effect of learning media on students' learning outcomes and interest in learning. These results indicate that the use of local wisdom-based learning media "Eclipse Ammu Pe" has a positive impact on students' interest in science and learning outcomes. The implications include the potential for developing more contextualized and interesting learning strategies as well as the application of local wisdom-based learning media in science education. However, this study has limitations in terms of generalizability and consideration of other factors that may influence students' interest and learning outcomes. Further research is needed to gain a comprehensive understanding of the study.</p> <p>&nbsp;</p> Cornelia Amanda Naitili Kristina E. Noya Nahak Copyright (c) 2023 HINEF : Jurnal Rumpun Ilmu Pendidikan http://creativecommons.org/licenses/by-sa/4.0 2023-08-20 2023-08-20 3 1 93 101 10.37792/hinef.v2i2.1017 Merunut Makna Kata “Refreshing” dan “Healing”: Kajian Sosiolinguistik https://ojs.cbn.ac.id/index.php/hinef/article/view/1016 <p>This article aims to explain the differences in meanings between the words "refreshing" and "healing," and to elaborate on how social factors influence the interpretations of these two words. The method used in this research is descriptive-qualitative. Data collection techniques involve questionnaire, interview, and library study. The data is analyzed based on the sociolinguistic approach. The results of the study show that generally people use the words "refreshing" and "healing" without knowing the meanings of these two words. These words are even used interchangeably and are considered recreational words. However, both words have different meanings, either in terms of internal aspects of language (semantics) or in terms of external aspects of language (sociolinguistics). The term "refreshing" literally means "making you feel cooler or less tired"; and, something very different and interesting. The word "healing" is defined as a process of recovery, both physically and emotionally. In a social context, "refreshing" can refer to pleasant and invigorating social interactions; whereas, the word "healing" can reflect the culture of care and social support in certain societies.</p> Viktorius P. Feka Selfiana T. M. Ndapa Lawa Darius Y. Nama Copyright (c) 2023 HINEF : Jurnal Rumpun Ilmu Pendidikan http://creativecommons.org/licenses/by-sa/4.0 2023-08-20 2023-08-20 3 1 82 92 10.37792/hinef.v2i2.1016 MEDIA CANVAS SEBAGAI BAHAN AJAR IPA UNTUK MENINGKATKAN KUALITAS HASIL BELAJAR SISWA KELAS IV SEKOLAH DASAR https://ojs.cbn.ac.id/index.php/hinef/article/view/1015 <p>The era of the 21st century, which is synonymous with the era of the industrial revolution 4.0, is marked by various forms of paradigm change. The development of the modern world provides a new touch in the world of education that needs to be adjusted by educators and educated alike. Therefore, the aim of this research is to provide assistance to elementary science teachers in understanding the applications they want to apply in this study. One application that is often used is Canvas. This application is often used to design information using images, very unique icons that are able to convey information to readers in a simple and easily understood manner. Science material is one of the lessons that contains environmental pictures and calculations. Therefore, to improve the quality of learning for Grade IV elementary school students, Canvas media will be assisted as an interesting teaching material that is liked by elementary school students. Based on the results of research conducted using the interview method at 3 elementary schools, namely SDI Besterin, SDK Manumuti and SDK Betun I, namely before being given treatment the absorption and completeness values ​​were below the standard of 65% and 80% due to the lack of understanding of teachers in utilizing technology in the current era. After being given treatment using teaching materials designed with canvas the quality of learning is quite improved with absorption and completeness values ​​above average. This is because researchers provide special assistance to science teachers in operating canvas applications so that in applying them to students the teacher has total control.</p> Marsela Luruk Bere Copyright (c) 2023 HINEF : Jurnal Rumpun Ilmu Pendidikan http://creativecommons.org/licenses/by-sa/4.0 2023-08-20 2023-08-20 3 1 76 81 10.37792/hinef.v2i2.1015 Pengaruh Strategi Pembelajaran Diferensiasi tehadap Hasil Belajar Matematika https://ojs.cbn.ac.id/index.php/hinef/article/view/1011 <p>Pembelajaran di sekolah perlu diolah menjadi pembelajaran kreatif termasuk didalamnya pembelajaran matematika, sebab pembelajaran yang kreatif akan membuat mahasiwa memiliki minat dan pemahaman yang baik terhadap pembelajaran matematika. Salah satu cara mengolah pembelajaran yaitu dengan menggunakan strategi pembelajaran diferensiasi. Tujuan penelitian ini yaitu untuk mengetahui pengaruh strategi pembelajaran diferensiasi terhadap hasil belajar matematika materi geometri. Penelitian ini menggunakan jenis penelitian eksperimen semu. Penelitian ini dikenakan kepada mahasiswa semester IV A dan IV B Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar, Universitas Citra Bangsa sebanyak 62 mahasiswa. Teknik pengumpulan data yang digunakan yaitu tes, observasi dan dokumentasi, dimana uji instrument yang dilakukan yaitu uji validitas dan reliabilitas. Selanjutnya teknik analisis data yang digunakan yaitu uji homogenitas,uji normalitas dan uji t. Hasil penelitian menunjukan bahwa dalam uji prasyarat data berdistirbusi normal dan homogen sehingga dilanjutnya uji t dimana hasil uji t yaitu 0.034 &lt; 0.05 yang menunjukan H<sub>0 </sub>ditolak atau terdapat pengaruh strategi pembelajaran diferensiasi terhadap hasil belajar matematika materi geometri bangun ruang.</p> Vera Rosalina Bulu Copyright (c) 2023 HINEF : Jurnal Rumpun Ilmu Pendidikan http://creativecommons.org/licenses/by-sa/4.0 2023-08-20 2023-08-20 3 1 70 75 10.37792/hinef.v2i2.1011 PENGARUH PEMBELAJARAN BERDIFERENSIASI DALAM MODEL PROJECT BASED LEARNING TERHADAP KEMAMPUAN BERPIKIR KRITIS SISWA KELAS IV SDI BARAI 2 https://ojs.cbn.ac.id/index.php/hinef/article/view/1008 <p><strong>Abstract </strong></p> <p>This study aims to describe the influence of differentiated learning in the project-based learning model on the critical thinking abilities of the fourth-grade students at SDI Barai 2. This research method employs a quasi-experimental approach. The population of this study consists of all 30 students of the fourth grade at SDI Barai 2. The sampling technique used is saturated sampling. Therefore, the sample consists of 30 students. Data collection techniques involve using a test, that is, test questions becoming the research instrument. The hypothesis analysis requirements consist of tests for data normality and homogeneity, and the data analysis technique employs the t-test. The results of the normality test show that the post-test scores for both the control class and the experimental class are normally distributed, with a significance value of 0.097 &gt; 0.05 for the experiment class and 0.148 &gt; 0.05 for the control class. Meanwhile, the homogeneity test results show that the probability value of 0.703 &gt; 0.05 indicates that both groups have homogeneous variances. Furthermore, the results of the average difference test between the post-test scores of the control class and the experimental class indicate that the average post-test critical thinking abilities of students in the experiment class are higher than that of the control class, namely 78.87 &gt; 65.40. The independent t-test result is also significant, with 0.001 &lt; 0.005. Accordingly, in conclusion, differentiated learning in the project-based learning model influences the critical thinking abilities of the fourth-grade students at SDI Barai 2.</p> <p>Keywords: differentiated learning; project-based learning model; students' critical thinking abilities</p> <p><strong>&nbsp;</strong></p> <p><strong>Abstrak</strong></p> <p>Tujuan dari penelitian ini untuk mendeskripsikan pengaruh pembelajaran berdiferensiasi dalam&nbsp; model <em>project based learning</em> terhadap kemampuan berpikir kritis siswa Kelas IV SDI Barai 2. &nbsp;Metode penelitian ini menggunakan kuasi eksperimen dengan populasi adalah seluruh siswa kelas IV SDI Barai 2 yang berjumlah 30 siswa. Teknik pengambilan sampel yang digunakan adalah sampling jenuh, sehingga jumlah sampel sebesar 30 siswa.&nbsp; Teknik Pengumpulan data mengunakan tes dengan instrumen penelitian soal tes. Uji persyaratan analisis hipotesis terdiri dari uji normalitas dan homogenitas data dan teknik analisis data menggunakan uji t-test.&nbsp; Hasil uji mormalitas &nbsp;data menunjukkan bahwa nilai postets kelas kontrol dan eksperiemen berdistribusi normal dengan nilai sig kelas eksperimen&nbsp; 0, 097 &gt; 0,05 dan kelas kontrol&nbsp; 0,148 &gt;0,05. Sementara itu, hasil uji homogenitas menunjukkan bahwa nilai probabilitas sebesar 0,703 &gt; 0,05, maka kedua kelas mempunyai varians yang homogen. Selanjutnya hasil uji perbedaan rata-rata nilai posttest kelas kontrol dan kelas eksperimen menunjukkan bahwa rata-rata postets kemampuan berpikir kritis siswa di&nbsp; kelas eksperimen lebih tinggi dibandingkan dengan kelas kontrol yakni 78,87&gt;65,40 dan &nbsp;hasil uji independent t-tes juga menunjukkan hasil 0,001&lt;0,005. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa terdapat terdapat pengaruh&nbsp; pembelajaran berdiferensiasi dalam&nbsp; model <em>project based learning</em> terhadap kemampuan berpikir kritis siswa Kelas IV SDI Barai 2.</p> Roswita Lioba Nahak Selfiana T.M Ndapa Lawa Copyright (c) 2023 HINEF : Jurnal Rumpun Ilmu Pendidikan http://creativecommons.org/licenses/by-sa/4.0 2023-08-20 2023-08-20 3 1 62 69 10.37792/hinef.v2i2.1008 KONSEP BERPIKIR KREATIF GURU DALAM MENERAPKAN LITERASI DIGITAL DI SEKOLAH https://ojs.cbn.ac.id/index.php/hinef/article/view/1005 <p>Dunia pendidikan saat ini sedang bertransformasi ke era pendidikan yang berbasis digital, Guru dituntut untuk <em>“melek literasi digital” </em>sehingga menumbuhkan ide kreatif agar pembelajaran dapat memanfaatkan media dan sumbar belajar digital<em>.</em> Tujuan penelitian yaitu untuk mengetahui konsep berpikir kreatif guru dalam menerapkan literasi digital di sekolah<strong>. </strong>Jenis penelitian ini adalah kualitatif dengan pendekatan deskriptif. Penelitian ini menggunakan tiga teknik pengumpulan data yaitu, Observasi terlibat (<em>partisipatory research, </em>Wawancara (<em>Interview) </em>dengan penggunaan pedoman (<em>interview guide</em>) dan angket. Hasil penelitian adalah <em>Pertama,</em> rendahnya kreatifitas guru dalam membuat konten pembelajaran digital. <em>Kedua,</em> Minimnya kolaborasi antar guru dalam mengelolah kegiatan pembelajaran digital, 46% guru yang belum pernah menggunakan media pembelajaran berbasis digital sedangkan terdapat 36% guru yang kadang-kadang dan terdapat 18% guru yang selalu menggunakan media pembelajaran berbasis digital dalam proses pembelajaran. <em>Ketiga,</em> guru kesulitan dalam menerapkan penilaian etis terhadap diri dan siswa dalam melaksanakan proses pembelajaran berbasis digital. <em>Keempat,</em> Keterbatasan sarana penunjang pembelajaran sehingga sulit menerapkan ide kreatif dalam mengelolah pembelajaran berbasis digital.</p> Maria Magadalena Beatrice Sogen Femberianus Sunario Tanggur Adriana Domaking Copyright (c) 2023 HINEF : Jurnal Rumpun Ilmu Pendidikan http://creativecommons.org/licenses/by-sa/4.0 2023-08-20 2023-08-20 3 1 57 61 10.37792/hinef.v2i2.1005 PENGARUH KEPEMIMPINAN DAN LINGKUNGAN KERJA TERHADAP KINERJA KARYAWAN PADA PT. TELUK LUAS DENGAN MOTIVASI KERJA SEBAGAI VARIABEL INTERVENING https://ojs.cbn.ac.id/index.php/hinef/article/view/1001 <p>Tujuan Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui Pengaruh Kepemimpinan dan Lingkungan Kerja Terhadap Kinerja Karyawan Pada PT. Teluk Luas Dengan Motivasi Kerja Sebagai Variabel Intervening. Kinerja karyawan bagian produksi dapat dilihat dari tercapainya target produksi, namun ternyata Target produksi tersebut belum berhasil tercapai. Pada penelitian ini digunakan teknik pengambilan sampel random sampling terhadap 58 karyawan bagian produksi PT. Teluk Luas. Teknik pengumpulan data menggunakan kuesioner dan wawancara, dengan instrument penelitiannya kuesioner. Data yang diperoleh dianalisa secara kuantatif melalui uji realibilitas. Berdasarkan hasil analisis diketahui bahwa pengaruh variabel kepemimpinan dan Lingkungan Kerja melalui Motivasi Kerja sebesar 0,895 atau sebesar&nbsp; 89,5% sedangkan sisanya sebesar 10,5% dipengaruhi varibel lain diluar penelitian ini, kontribusi Motivasi kerja sebesar 0,892 atau 89,2% sedangkan sisanya 10,8 dipengaruhi oleh variabel lain yang tidak diteliti dalam penelitian ini.</p> Vivi Nila Sari Anatia Agusti Elgi Alam Nasra Nasra Copyright (c) 2023 HINEF : Jurnal Rumpun Ilmu Pendidikan http://creativecommons.org/licenses/by-sa/4.0 2023-08-20 2023-08-20 3 1 48 56 PENGGUNAAN BUKU CERITA FABEL DENGAN MODEL QUANTUM LEARNING DALAM PEMBELAJARAN MEMBACA PERMULAAN DI SEKOLAH DASAR https://ojs.cbn.ac.id/index.php/hinef/article/view/1000 <p>The present study investigates the low level of early reading skills among first-grade students at Oetona Public Elementary School, as evidenced by their difficulties in letter and syllable spelling as well as distinguishing letter forms. Additionally, students exhibit a lack of enthusiasm when reading sentences or short stories found in books or written by the teacher on the whiteboard. To address this issue, the utilization of Fable Storybooks with the Quantum Learning Model in early reading instruction for first-grade students at Oetona Public Elementary School was introduced, aiming to make a positive contribution to the development of students' early reading skills. The research employed a qualitative approach with a descriptive design. The findings of the study indicate that the implementation of Fable Storybooks with the Quantum Learning Model has a positive impact on students' early reading abilities. The majority of the students achieved a level of "excellent" in their early reading skills. The results and analysis demonstrate that the use of Fable Storybooks with the Quantum Learning Model contributes significantly to the improvement of students' early reading outcomes. Students displayed high enthusiasm and imagination during the learning process and demonstrated notable progress in their reading abilities</p> Kristina E. Noya Nahak Cornelia Amanda Naitili Copyright (c) 2023 HINEF : Jurnal Rumpun Ilmu Pendidikan http://creativecommons.org/licenses/by-sa/4.0 2023-08-20 2023-08-20 3 1 39 47 10.37792/hinef.v2i2.1000 Nilai - Nilai Pendidikan Karakter Dalam Cerita Rakyat Ndelo Mono Kyase https://ojs.cbn.ac.id/index.php/hinef/article/view/996 <p>Pendidikan karakter merupakan fondasi sentral dalam usaha mengubah tingkah laku dan membina kepribadian peserta didik, sehingga tahapan dalam proses internalisasi harus berjalan sesuai dengan tingkat perkembangan peserta didik guna memperoleh pemaknaan dan respon terhadap nilai yang ditanamkan. Salah satu upaya menggali nilai-nilai pendidikan karakter yaitu melalui teks cerita rakyat. Ada banyak cerita rakyat dari Nusa Tenggara Timur khususnya dari pulau Sumba dapat dapat digunakan untuk diajarkan pada peserta didik di sekolah. Salah satunya adalah cerita rakyat yang berjudul Ndelo Mono Kyase. Cerita rakyat ini dikisahkan dengan keunikannya tersendiri sesuai dengan latar belakang budaya dan nilai kehidupan masyarakat setempat. Tujuan penelitian ini dilakukan adalah untuk menganalisis nilai-nilai pendidikan karakter yang terkandung dalam cerita rakyat ini yang dapat diajarkan pada peserta didik di sekolah. Metode penelitian yang digunakan adalah metode deskriptif dengan pendekatan kualitatif dan teknik analisis menggunakan teknik analisis isi. Hasil penelitian yang diperoleh adalah cerita rakyat ini mengandung 14 nilai-nilai pendidikan karakter yang dapat diinternalisasikan pada peserta didik diantaranya nilai (1) religius, (2) jujur, (3) disiplin, (4) kerja keras, (5) kreatif, (6) mandiri, (7) demokratis, (8) rasa ingin tahu, (9) menghargai prestasi, (10) komunikatif/ senang bersahabat, (11) cinta&nbsp; damai, (12) peduli lingkungan, (13) peduli sosial, dan (14) nilai tanggung jawab.</p> Christmas Prasetia Ate Copyright (c) 2023 HINEF : Jurnal Rumpun Ilmu Pendidikan http://creativecommons.org/licenses/by-sa/4.0 2023-08-20 2023-08-20 3 1 30 38 10.37792/hinef.v2i2.996 TANTANGAN IMPLEMENTASI KURIKULUM MERDEKA BAGI GURU SEKOLAH DASAR DI WILAYAH PEDESAAN PULAU SUMBA https://ojs.cbn.ac.id/index.php/hinef/article/view/993 <p>Kurikulum merdeka mendorong guru untuk meningkatkan kompetensi pedagogik dalam melakukan tahapan dalam proses asesmen diagnostik agar dapat mengidentifikasi atau mengetahui karakteristik, kondisi kompetensi, kekuatan, dan kelemahan model belajar peserta didik sehingga pembelajaran dapat dirancang sesuai dengan kompetensi dan kondisi peserta didik yang beragam. Tujuan penelitian yaitu untuk mengetahui tantangan yang dihadapi guru dalam menerapkan kurikulum merdeka di sekolah dasar wilayah pedesaan pulau Sumba. Jenis penelitian ini adalah kualitatif&nbsp; dengan pendekatan deskriptif. Penelitian ini menggunakan tiga teknik pengumpulan data yaitu, Observasi terlibat (<em>partisipatory research),</em>Wawancara (<em>Intervierw) </em>dengan penggunaan pedoman (<em>interview guide</em>). Hasil penelitian adalah<em> Pertama,</em> Guru belum memahami esensi dari perangkat pembelajaran pada setiap komponen seperti CP (Capaian Pembelajaran),TP (Tujuan pembelajaran) dan ATP (Alur Tujuan Pembelajaran) sehingga kesulitan dalam menjabarkan TP dari CP yang sudah ditentukan dalam desain kurikulum merdeka dan menyusun ATP dari TP. Tingkat pemahaman esensi komponen kurikulum yang rendah, minimnya refrensi tentang kurikulum merdeka bagi sekolah dasar. <em>Kedua,</em> tantangan proses pembelajaran berdiferensiasi dalam kurikulum merdeka, guru belum dapat menganalisis karakteristik masing-masing individu siswa, latar belakang siswa dari beraneka ragam seperti latar belakang keluarga, lingkungan, gaya belajar, minat dan bakat, serta penguasaan materi prasyarat, menyulitkan guru dalam menganalisis karakter siswa agar dapat menyusun rancangan pembelajaran (Asesmen diagnostik). Minimnya alokasi waktu pada setiap jadwal pembelajaran juga berdampak pada kesulitan guru dalam melakukan asesmen diagnostik bagi siswa dan melakukan kegiatan pembelajaran, guru kesulitan menentukan metode yang dipakai untuk menfasilitas pembelajaran sesuai kebutuhan siswa.</p> Femberianus Sunario Tanggur Copyright (c) 2023 HINEF : Jurnal Rumpun Ilmu Pendidikan http://creativecommons.org/licenses/by-sa/4.0 2023-08-20 2023-08-20 3 1 23 29 10.37792/hinef.v2i2.993