Manajemen Lalu Lintas Simpang Tak Bersinyal
Studi Kasus : Simpang Jalan Nusa Kambangan-Jalan Pulau Biak, Kota Denpasar
Keywords:
intersection, performance, traffic managementAbstract
ABSTRAK
Persimpangan adalah bagian dari ruas jalan dimana arus dari berbagai arah atau jurusan bertemu. Itulah sebabnya di persimpangan terjadi konflik antara arus dari jurusan yang berlawanan dan saling memotong, sehingga mengakibatkan terjadinya kemacetan di sepanjang lengan simpang. Simpang jalan Nusa kambangan dan jalan Pulau biak merupakan salah satu dari simpang tiga tak bersinyal yang di kota denpasar. Simpang ini merupakan simpang yang terletak pada tata guna lahan campuran yang menyebabkan banyaknya volume lalu lintas yang melintasi simpang ini, pengoperasian simpang ini tidak didukung dengan pengaturan simpang yang baik sehingga pada simpang ini sering terjadi konflik kendaraan, kemacetan, tundaan dan antrian kendaraan. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui bagaimana kinerja simpang dan menentukan Manajemen lalu lintas yang sesuai sehingga diharapkan dapat memberikan solusi alternatif dari permasalahan yang terjadi. Metode pengolahan data yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode analisis kuantitatif, dengan menggunakan metode perhitungan simpang tak bersinyal dengan MKJI 1997. Hasil analisis menunjukkan. Kapasitas Simpang Tiga tak bersinyal dijalan Nusa kambangan dan pulau biak adalah 2279,1532 smp/jam. analisis kinerja simpang tak bersinyal kondisi Eksisting didapat prilaku lalu lintas nilai DS adalah 0,820 > 0,75 nilai yang ditetapkan oleh MKJI, yang menunjukan bahwa arus lalu lintas pada simpang ini menimbulkan kepadatan dan kerapatan kendaraan, sehingga menggangu kenyamanan berlalulintas. Alternatif Pemecahan msalah pada simpang tersebut ditempu denhan cara pemasangan APILL, Hasil Analisis Setelah pengaturan simpang dengan lampu lalu lintas ialah derajat kejenuhan simpang DS sebesar 0,77 terjadi penurunan dari sebelumnya sebesar 0,820. Dengan demikian perlu pemasangan lampu lalulintas (Traffic Light) untuk menghindari konflik di simpang, Tetapi Nilai Tundaan Rata rata simpang terjadi kenaikan dari 13,72 (sebelum penanganan) menjadi 33,45 (setelah penanganan) serta tingkat pelayanan simpang yang menurun dari pelayanan C menjadi D.
ABSTRACT
An intersection is a section of road where flows from different directions or majors meet. That is why at intersections conflicts occur between flows from opposite directions and intersect each other, resulting in congestion along the arms of the intersection. The intersection of Jalan Nusa Kambangan and Jalan Pulau Biak is one of the three unsignalled intersections in the city of Denpasar. This intersection is an intersection located in mixed land use which causes a large volume of traffic to cross this intersection, the operation of this intersection is not supported by good intersection arrangements so at this intersection there are frequent vehicle conflicts, congestion, delays, and vehicle queues. This study was conducted to determine how the intersection performance and determine the appropriate traffic management so that it is expected to provide alternative solutions to the problems that occur. The data processing method used in this research is the quantitative analysis method, using the calculation method of unsignalled intersections with MKJI 1997. The analysis results show. The capacity of the unsignalled intersection on Nusa Kambangan and Biak Island is 2279.1532 SMP / hour. Existing condition unsignalled intersection performance analysis obtained traffic behavior DS value is 0.820> 0.75 value set by MKJI, which indicates that the traffic flow at this intersection causes density and density of vehicles, thus disturbing the comfort of traffic. Alternative problem-solving at the intersection is done by installing traffic signals, the results of the analysis after setting the intersection with traffic lights are the degree of saturation of the DS intersection of 0.77, a decrease from the previous 0.820. Thus it is necessary to install traffic lights (Traffic Light) to avoid conflicts at the intersection, but the Average Delay Value of the intersection increases from 13.72 (before handling) to 33.45 (after handling) and the level of service of the intersection decreases from C to D service.
References
Badan Pusat Statistik. 2016. Denpasar Dalam Angka Tahun 2016. http://denpasarkota.bps.go.id. Diakses pada tanggal 02/03/2017.
Departemen P,U., 1997. Manual Kapasitas Jalan Indonesia (MKJI).Departemen Pekerjan Umum Direktorat Jenderal Bina Marga, Jakarta.
Departemen Perhubungan. 2006. Manajemen Dan Rekayasa Lalu Lintas di Jalan, Peraturan Menteri Pehubunga. Jakarta.
Mahendra, IPG. 2009. Analisis Kinerja Simpang Tak Bersinyal Dan Ruas Jalan di Kota Denpasar (studi kasus: simpang jalan Gatot Subroto – jalan Mulawarman - jalan Mataram dan jalan Ahmad Yani – jalan Mulawarman). Tugas Akhir. Jurusan Teknik Sipil Fakultas Teknik. Universitas Udayana
Morlok, E.K., 1991. Pengantar Teknik dan Perencanaan Transportasi. Terjemahan Johan K. Hainim. Penerbit Erlangga, Jakarta.