PERANCANGAN GEDUNG PUSAT LITERASI REKREATIFDI KOTA ATAMBUA

Authors

  • Emanuel Fransiskus Lopez
  • Arfie Pigan Solissa
  • Rudini A. R. B. Lamahoda

Keywords:

Pusat Literasi, Arsitektur Rekreatif, Literasi, Pendidikan, Kota Atambua

Abstract

Rendahnya minat baca dan keterbatasan fasilitas literasi masih menjadi salah satu permasalahan dalam
peningkatan kualitas pendidikan di Nusa Tenggara Timur, khususnya di Kota Atambua sebagai wilayah
perbatasan. Kondisi tersebut ditunjukkan oleh masih ditemukannya anak usia sekolah yang mengalami kesulitan
dalam membaca, menulis, dan berhitung, serta terbatasnya ruang belajar dan fasilitas literasi yang nyaman dan
menarik. Oleh karena itu, diperlukan suatu wadah yang tidak hanya menyediakan sumber informasi, tetapi juga
mampu menciptakan suasana belajar yang menyenangkan, interaktif, dan sesuai dengan kebutuhan masyarakat.
Penelitian/perancangan ini bertujuan menghasilkan konsep Pusat Literasi Rekreatif di Kota Atambua sebagai
fasilitas edukasi dan sosial yang dapat meningkatkan minat baca, kemampuan literasi, kreativitas, serta interaksi
masyarakat. Metode yang digunakan berupa metode perancangan arsitektur dengan mengidentifikasi kebutuhan
pengguna, menganalisis kondisi tapak, kebutuhan ruang, aktivitas, serta penerapan prinsip arsitektur rekreatif.
Pusat literasi dirancang dengan mengintegrasikan fasilitas perpustakaan, taman baca, laboratorium komputer,
laboratorium sains, ruang komunitas, workshop, dan ruang pertunjukan. Pendekatan arsitektur rekreatif diterapkan
melalui penciptaan ruang yang fleksibel, nyaman, santai, interaktif, penggunaan warna yang menarik,
pencahayaan alami, ruang terbuka, serta bentuk fasad yang dinamis dan ekspresif. Pemanfaatan teknologi digital
juga diintegrasikan sebagai media pendukung pembelajaran literasi. Berdasarkan kondisi tersebut, penulis
menetapkan judul “Perancangan Pusat Literasi Rekreatif di Kota Atambua” yang dapat menjadi wadah dengan
menyediakan fasilitas belajar yang kreatif, serta menjadi pusat aktivitas edukasi dan sosial bagi masyarakat dan
anak-anak. Fasilitas yang dimaksud yaitu lab komputer, lab sains, perpustakaan, taman baca, ruang
komunitas/ruang diskusi, workshop, dan ruang pertunjukan untuk meningkatkan literasi, kreativitas dan minat
baca. Pusat literasi ini menjadi salah satu jembatan untuk menarik minat masyarakat agar lebih tertarik belajar
huruf dan kata. Untuk menghilangkan kesan bahwa fasilitas literasi hanya sebatas tempat membaca buku yang
resmi dan membosankan, diperlukan sebuah wadah edukasi yang lebih menarik dan terbuka bagi semua kalangan.
Pendekatan arsitektur rekreatif diterapkan agar pusat literasi tidak terkesan kaku, tetapi lebih terbuka dan ramah
lingkungan. Ruang-ruang didesain fleksibel, dengan zona baca santai, area diskusi interaktif, taman baca luar
ruangan dan dalam ruangan yang memungkinkan pengunjung belajar sekaligus beristirahat. 

Downloads

Published

2026-06-15