PERANCANGAN E-SPORT COMMUNITY CENTER DI KOTA KUPANG DENGAN PENDEKATAN Deconstructivism Architecture
Keywords:
Arsitektur Dekonstruksi, E-Sport Community Center, Kota Kupang, Fasilitas Olahraga DigitalAbstract
Pesatnya perkembangan E-sport di Kota Kupang belum diimbangi dengan ketersediaan fasilitas yang me-madai dan representatif, sehingga turnamen sering diselenggarakan di tempat yang tidak layak. Penelitian ini bertujuan untuk merancang E-Sport Community Center sebagai wadah terpadu bagi komunitas, turnamen, dan industri E-Sport dengan menerapkan pendekatan arsitektur dekonstruksi. Metode perancangan yang digunakan adalah metode perancangan arsitektural yang sistematis, melalui pengumpulan data observasi, studi literatur, dan studi preseden, serta analisis konteks, aktivitas, bentuk, lanskap, struktur, sirkulasi, dan utilitas bangunan. Pendekatan dekonstruksi diimplementasikan melalui prinsip instability, dis-tortion, disorder, fluid, dan metaphor, yang menghasilkan bentuk massa bangunan dinamis, asimetris, dan ekspresif, dengan fasad berlapis, permainan cahaya, serta simbol yang terinspirasi dari ikon gaming. Hasil perancangan berupa bangunan 3 lantai dengan luas total 13.717 m² yang terintegrasi dengan area parkir, ta-man, dan jalur pedestrian, serta dilengkapi dengan arena turnamen, ruang latihan, area komersial, dan fasilitas penunjang lainnya. Kesimpulannya, E-Sport Community Center dengan arsitektur dekonstruksi tidak hanya menjadi solusi fungsional atas kurangnya fasilitas E-Sport, untuk itu pembangunan E-sport Community Center sebagai solusi atas kesenjangan antara potensi besar E-Sport dengan ketersediaan fasili-tas pendukung, dan menjadi ikon arsitektur modern yang mencerminkan transformasi kota menuju era digital