Audit Keselamatan Jalan Raya Raden Intan-Kota Malang

Authors

  • Putri Djahamouw Teknik Sipil, Universitas Citra Bangsa

Keywords:

Audit, Jalan, Keselamatan

Abstract

ABSTRAK

Prasarana yang berkualitas akan mempengaruhi peningkatan keselamatan jalan, sehingga sangat penting untuk melakukan audit terhadap bagian – bagian pada geometrik jalan dan fasilitas perlengkapan jalan, serta hambatan samping untuk memastikan bahwa pelaksanaan lalu-lintas berjalan dengan baik seperti yang diharapkan. Audit keselamatan jalan pada penelitian ini mengacu pada PdT-17-2005-B Pedoman Audit Keselamatan Jalan dari Departemen Pekerjaan Umum Tahun 2005. Berdasarkan hasil audit keselamatan jalan yang telah dilakukan sepanjang ruas jalan Raden Intan dengan panjang ±1,4 km, terdapat beberapa permasalahan utama yang diperlukan tindak lanjut, seperti: tidak adanya drainase, sebagian jalan tidak ada bahu jalan, kerusakan perkerasan berupa lubang (potholes) dan fatique cracking, rusaknya median jalan, tidak adanya halte untuk angkutan umum. Jenis penanganan yang dapat diterapkan pada daerah tersebut adalah melengkapi sarana bagi pejalan kaki, penambahan fasilitas halte bagi penumpang angkutan umum, membuat bahu jalan, merperbaiki median jalan yang telah rusak, menambal lubang-lubang pada badan jalan atau diberikan lapis tambahan untuk fatique cracking dan jalan yang kurang rata, melakukan pengecatan ulang untuk marka jalan yang sudah terkelupas dan untuk jangka panjang perlu dipikirkan alternatif penggunaan teknologi cold-plastic yang berumur lebih lama dan kinerja lebih baik daripada thermo-plastic, serta melakukan penertiban parkir di badan jalan.

 

ABSTRACT

Infrastructure quality will affect the improvement of road safety, so it is very important to carry out an audit of the sections on the road geometry and road equipment facilities, as well as side barriers to ensure that the traffic implementation goes well as expected. The road safety audit in this study refers to PdT-17-2005-B Guidelines for a Road Safety Audit from the Ministry of Public Works 2005. Based on the results of a road safety audit that has been carried out along the Raden Intan road with a length of ±1.4 km, there are several main problems that need follow-up, such as no drainage, some roads without shoulders, pavement damage in the form of potholes and fatigue cracking, damage to the median, no bus stops for public transportation. Types of treatment that can be applied to the area are completing facilities for pedestrians, adding bus stop facilities for public transport passengers, making road shoulders, repairing damaged road medians, patching holes in road bodies, or providing additional layers for fatigue cracking and the road that is uneven, repainting road markings that have been peeled off and for the long term it is necessary to think about alternatives to using cold-plastic technology which has a longer life and better performance than thermo-plastic, as well as controlling parking on road bodies.

References

Departemen Pekerjaan Umum (2005) Pedoman Audit Keselamatan Jalan. Jakarta: Departemen Pekerjaan Umum.

Direktorat Jendral Bina Marga. 1997. Tata Cara Perencanaan Geometrik Antar Kota. Jakarta: Bina Marga

Ditjen Perhubungan Darat. 2006. Panduan Penempatan Fasilitas Perlengkapan Jalan. Jakarta

Ditjen Perhubungan Darat. 2009. Petunjuk Teknis tentang Perlengkapan Jalan. Jakarta

Khisty, C. J. (2005) Dasar-dasar Rekayasa Transportasi. Edisi 3. Edited by Lemeda Simarmata. Ciracas, Jakarta 1370: Erlangga

Downloads

Published

2022-02-18