PERAN DAN KETERLIBATAN SISWA DALAM GERAKAN ANTI KORUPSI DI SD GMIT TOFA AMARASI BARAT KABUPATEN KUPANG

  • Windyantri Marwelmeskir Lado Universitas Citra Bangsa
  • Valdy Yonel Yunior Bulan Program Studi PGSD, Universitas Citra Bangsa, Kupang, Nusa Tenggara Timur.
  • Chantika Angelin Amtiran Program Studi PGSD, Universitas Citra Bangsa, Kupang, Nusa Tenggara Timur.
  • Suzana Trifonia Tey Seran Program Studi PGSD, Universitas Citra Bangsa, Kupang, Nusa Tenggara Timur.
  • Debora Bais Program Studi PGSD, Universitas Citra Bangsa, Kupang, Nusa Tenggara Timur.
  • Desi Marsinta Loasana Program Studi PGSD, Universitas Citra Bangsa, Kupang, Nusa Tenggara Timur.
Keywords: Peran, keterlibatan, gerakan, siswa, anti korupsi

Abstract

Abstrak

 

Korupsi adalah perbuatan melawan hukum dengan maksud memperkaya diri sendiri atau orang lain yang merugikan keuangan atau perekonomian negara. Oleh karena itu siswa harus dilibatkan dalam pemberantasan korupsi di Indonesia sebagai salah satu bagian terpenting dari masyarakat yang merupakan pewaris masa depan. Metode yang digunakan adalah metode sosialisasi. Keterlibatan siswa dalam gerakan anti korupsi dapat  dibedakan menjadi empat yaitu: (1) di lingkungan keluarga; (2) lingkungan sekolah; (3) masyarakat sekitar; dan (4) di tingkat lokal dan nasional. Pendidikan anti korupsi dini sebagai langkah awal terhadap penanganan kasus korupsi dari diri sendiri dan diharapkan berimplikasi terhadap kehidupan keluarga, masyarakat, bangsa dan negara.

 Abstract

Corruption is an act against the law with the intention of enriching oneself or others which is detrimental to the state's finances or economy. Therefore, students must be involved in eradicating corruption in Indonesia as one of the most important parts of society who are the inheritors of the future. The method used is the method of socialization. The involvement of students in the anti-corruption movement can be divided into four, namely: (1) in the family environment; (2) school environment; (3) the surrounding community; and (4) at local and national levels. Early anti-corruption education is the first step towards handling corruption cases from oneself and is expected to have implications for family, community, nation and state life.

Published
2022-01-22