PENGUATAN NILAI ANTI KORUPSI MELALUI DONGENG DI SDK SANTA CARMEN SALLES MANULAI II KOTA KUPANG

  • Christina Mallaka Universitas Citra Bangsa
  • Yuliana Lese Geken Program Studi Pendidikan Bahasa Inggris, Universitas Citra Bangsa, Kupang, Nusa Tengggara Timur
  • Yohanis Taniu Program Studi Pendidikan Bahasa Inggris, Universitas Citra Bangsa, Kupang, Nusa Tengggara Timur
  • Rimo Ardika Baidenggan Program Studi Pendidikan Bahasa Inggris, Universitas Citra Bangsa, Kupang, Nusa Tengggara Timur
Keywords: Anti Korupsi, Pendidikan Karakter, Dongeng, Anak

Abstract

Korupsi merupakan ancaman besar bagi sebuah negara. Betapa banyak kerugian yang harus ditanggung negara akibat para koruptor yang memakan uang rakyat. Dalam rangka mengatasi kasus korupsi yang semakin meluas perlu adanya pendidikan anti korupsi. Upaya tersebut dapat dilakukan salah satunya dengan memasukkan dalam kurikulum pendidikan, yakni  Pendidikan karakter pada anak  sebagai langkah yang strategis, karena pada usia tersebut sebagai masa yang akan menentukan masa depannya kelak. Pendidikan anti korupsi pada anak SD dapat dilakukan dengan metode mendongeng. Dalam dongeng anak-anak mendapatkan pesan moral tanpa menyadari bahwa mereka sedang mempelajari nilai-nilai kebaikan.

 Abstract

Corruption is a major threat to the state. How many losses to be borne by the due to the corrupt who takes people’s money. In order to tackle corruption is widespread need for anti-corruption education.  One of these efforts can be done by including it in the educational curriculum, namely character education in children as a strategic step, because at that age as a period that will determine their future. Anti-corruption education for elementary school can be done using the storytelling method. In fairy tales, children get moral messages without realizing that they are learning the values ​​of kindness.

 

 

Published
2022-01-22