RELASI KEKERABATAN BAHASA UAB METO DAN BAHASA ROTE: KAJIAN LINGUISTIK HISTORIS KOMPARATIF
DOI:
https://doi.org/10.37792/hinef.v5i1.1917Keywords:
Language Kinship Relation, Uab Meto, Rote Language, Comparative-Historical Linguistics, Relasi Kekerabatan Bahasa, Bahasa Rote, Linguistik Historis KomparatifAbstract
Abstract. This study aims to describe the kinship relation between Uab Meto (UM) and Rote language (BR) through phonemic correspondences; the degree of kinship between UM and BR from a lexicostatistical perspective; and the margin of error and period of divergence between UM and BR from a glottochronological perspective. This research employs a qualitative-quantitative design. Data collection was conducted through structured interviews with the native speakers of UM and BR using the list of 200 basic words of Swadesh. The data collection techniques involved recording and taking notes. The informants of this study were the native speakers of UM and BR, consisting of four native speakers of UM and four native speakers of BR. The method of linguistic feature similarity was used to analyze the data, grouping descendant languages into more closely related language groups. This study employs the lexicostatistical technique, which classifies languages based on the percentage calculation of cognate or associated words, determining and calculating which word pairs are considered related. The glottochronological method was used to reconstruct the initial time of language divergence, in this case, between UM and BR. The results of the data analysis are presented both formally and informally. The findings indicate that UM and BR belong to the same language family, namely the Austronesian language family. This classification was based on lexicostatistical calculations, which showed a kinship level of 39%. Regarding phonemic correspondences, changes or alternations of phonemes—both vowels and consonants—between UM and BR generally occur due to articulation influences, such as changes in the place or manner of articulation. Meanwhile, based on the time of divergence calculation, UM and BR are predicted to have separated from a proto-language, that is, the Austronesian language, around 265–37 BCE (counted from the year 2025).
Keywords: Language Kinship Relation; Uab Meto; Rote Language; Comparative-Historical Linguistics
Abstrak.
Penelitian ini bertujuan untuk menguraikan relasi kekerabatan Uab Meto (UM) dan bahasa Rote (BR) melalui korespondensi fonemis; tingkat persentasi kekerabatan UM dan BR dari sisi leksikostatistik; dan jangka salah dan waktu pisah UM dan BR dari sisi glotokronologi. Penelitian ini menggunakan desain kualitatif-kuantitatif. Pengumpulan data dilakukan dengan cara wawancara terstruktur terhadap informan penutur asli UM dan BR menggunakan daftar 200 kosakata dasar Swadesh. Teknik pengumpulan data adalah merekam dan mencatat hasil wawancara dengan para informan dengan rincian empat penutur asli UM dan empat penutur asli BR. Para informan merupakan gabungan laki-laki dan perempuan. Metode kesamaan ciri-ciri linguistik digunakan untuk menganalisis data berdasarkan pengelompokan bahasa turunan ke dalam suatu kelompok bahasa yang lebih dekat hubungannya. Penelitian ini mengadopsi teknik leksikostatistik, yang berfungsi untuk mengelompokkan bahasa berdasarkan perhitungan persentase kata kognat atau kata kerabat, menetapkan dan menghitung pasangan-pasangan mana yang merupakan kata berkerabat. Metode glotokronologi digunakan untuk merekonstruksi waktu awal terjadinya pemisahan suatu bahasa dalam hal ini UM dan BR. Hasil analisis data disajikan secara formal dan informal. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa UM dan BR masuk dalam keluarga (family) bahasa yang sama, yakni keluarga bahasa Austronesia. Penggolongan ini dilakukan berdasarkan perhitungan leksikostatistik dengan tingkat kekerabatan 39%. Mengenai korespondensi fonemis, perubahan atau pertukaran fonem, baik vokal maupun konsonan antara UM dan BR pada umumnya terjadi karena pengaruh artikulasi, yaitu perubahan atau pertukaran tempat atau cara artikulasi. Sementara itu, berdasarkan perhitungan waktu pisah, UM dan BR diprediksi berpisah dari suatu bahasa proto, yakni bahasa Austronesia, sekisar tahun 265-37 sebelum masehi (dihitung dari tahun 2025).
Kata Kunci: Relasi Kekerabatan Bahasa; Uab Meto; Bahasa Rote; Linguistik Historis Komparatif
Downloads
References
Adhiti, I.A.I. (2019). “Kajian Linguistik Historis Komparatif Pada Pola Perubahan Bunyi.” Kulturistik: Jurnal Ilmu Bahasa Dan Budaya 3(2):75–85.
Afifuddin & Saebani, B.A. (2018). Metodologi Penelitian Kualitatif. Bandung: CV PUSTAKA SETIA.
Bere, D., Nahak, K. B., & Lein, A. L. (2023). KEKERABATAN BAHASA TETUN DAN BAHASA DAWAN (LINGUISTIK HISTORIS KOMPARATIF). Literasi: Jurnal Ilmiah Pendidikan Bahasa, Sastra Indonesia dan Daerah, 13(2), 482-492.
Crowley, T & Bowern, C. (2010). An Introduction to Historical Linguistics (Fourth Edition). New York: Oxford University Press.
Feka, V.P. (2024). Pengantar Fonologi. Kota Solok: PT MAFY MEDIA LITERASI INDONESIA
Feka, V.P. (2019). Sistem Fonologi Uab Meto Dialek Miomaffo (Tinjauan Deskriptif). Tesis. Yogyakarta: Universitas Gadjah Mada. Unpublished.
Fernandez, Inyo Yos. (2013). Linguistik Historis Komparatif (Materi Kuliah). Yogyakarta: Universitas Gadjah Mada. Unpublished.
Keraf, G. (1984). Linguistik Bandingan Historis. Jakarta: Penerbit PT Gramedia
Koroh, L.I.D & Ola, S.S. (2016). KEKERABATAN EKOLOGIS ENAM BAHASA LOKAL DI NTT: KAJIAN EKOLINGUISTIK BANDINGAN. Prosiding Simposium Internasional Bahasa, Sastra dan Budaya Universitas Halu Oleo (UHO) bekerja sama dengan Asosiasi Peneliti Bahasa-Bahasa Lokal (APBL) Universitas Halu Oleo. Kemdari: Universitas Halu Oleo.
Loe, E. E. Y. (2020). Pemajemukan pada Nama Hewan dalam Bahasa Rote Dialek Dengka (Animal’s Name Compounding in Rote Language with Dengka Dialect). Mozaik, 20(2), 134-144.
Lyons, J. (1995). Introduction to Theoritical Linguistics. Cambridge: Cambridge University Press.
Mahsun. (1995). Dialektologi Diakronis: Sebuah Pengantar. Gadjah Mada University Press.
Mahsun. (2005). Metode Penelitian Bahasa. Jakarta: Rajawali Press.
Mandala, H. (2012). Relasi Genetis Bahasa-Bahasa Timor. Mabasan, 6(2), 1-17.
Nothofer, B. (2016). Lokakarya dalam Seminar Internasional Migrasi Bahasa Austronesia. Jakarta: Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Pusat Pengembangan dan Pembinaan Bahasa).
Parera, D.J. (1991). Kajian Linguistik Umum Historis Komparatif dan Tipologi Struktural (Edisi Kedua). Jakarta: PT Gelora Aksara Pertama.
Ramadhan, J.A.,dkk. (2023). LINGUISTIK HISTORIS KOMPARATIF DALAM PERBANDINGAN REKONSTRUKSI BAHASA MANDAILING DAN BAHASA MELAYU. Jurnal Pendidikan Multidisipliner. Volume 6 Nomor 12.
Renoat, Emi. 2013. Bahasa Tetun, Dawan, dan Rote di Nusa Tenggara Timur (Kajian Komparatif dan Budaya). Tesis. Yogyakarta: Universitas Gadjah Mada (tidak diterbitkan/unpublished).
Sa’diyah, U., & Artajaya, G. S. (2024). KEKERABATAN BAHASA JAWA, BAHASA GORAP, DAN BAHASA TETUN: KAJIAN LINGUISTIK HISTORIS KOMPARATIF. Stilistika: Jurnal Pendidikan Bahasa dan Seni, 13(1), 108-119.
Saryono, D. (2011). Hakikat Linguistik Bandingan. Malang: Aditya Media Publishing.
Soeparno. (2013). Dasar-dasar Linguistik Umum (Edisi Kedua). Yogyakarta: Tiara Wacana.
Sugiyono. (2018). Metode Penelitian Kualitatif. Bandung: Penerbit ALFABETA.
Sujarweni, V.W. (2023). Metodologi Penelitian. Yogyakarta: PT PUSTAKA BARU.
Surip, M., & Widayati, D. (2019). Kekerabatan Bahasa Jawa dan Bahasa Gayo: Kajian Linguistik Historis Komparatif. Jurnal Bahasa Lingua Scientia, 11(1), 1-26.
Downloads
Published
Issue
Section
License
Copyright (c) 2026 Viktorius P. Feka, Selfiana Triyanti M. Ndapa Lawa, Valentinus S Taslulu

This work is licensed under a Creative Commons Attribution 4.0 International License.
ENGLISH
Every work published in HINEF: Jurnal Rumpun Ilmu Pendidikan is licensed under a Creative Commons Attribution 4.0 International License (CC BY 4.0).
Lisensi: https://creativecommons.org/licenses/by/4.0/
Authors who publish with this journal agree to the following terms:
- Authors retain copyright and grant the journal the right of first publication with the work simultaneously licensed under a Creative Commons Attribution (CC BY 4.0) license, which permits use, sharing, adaptation, distribution, and reproduction in any medium or format, provided the original author and source are properly credited.
- Authors may enter into separate, additional contractual arrangements for the non-exclusive distribution of the journal’s published version of the work (e.g., post it to an institutional repository or publish it in a book), with acknowledgment of its initial publication in this journal.
- Authors are encouraged to post their work online (e.g., in institutional repositories or on their personal websites) before and during the submission process, as it can lead to productive exchanges and earlier and greater citation of published work (See: https://opcit.eprints.org/oacitation-biblio.html).
BAHASA INDONESIA
Setiap karya yang diterbitkan dalam HINEF: Jurnal Rumpun Ilmu Pendidikan dilisensikan di bawah lisensi Creative Commons Attribution 4.0 Internasional (CC BY 4.0).
Lisensi: https://creativecommons.org/licenses/by/4.0/
Penulis yang menerbitkan artikelnya di jurnal ini menyetujui ketentuan berikut:
- Penulis mempertahankan hak cipta dan memberikan jurnal hak publikasi pertama dengan karya yang secara bersamaan dilisensikan di bawah lisensi Creative Commons Attribution (CC BY 4.0), yang mengizinkan penggunaan, berbagi, adaptasi, distribusi, dan reproduksi dalam media atau format apa pun, selama nama penulis dan sumber asli dicantumkan dengan benar.
- Penulis dapat membuat perjanjian kontrak tambahan secara terpisah untuk distribusi non-eksklusif dari versi terbitan karya mereka (misalnya: mengunggahnya ke repositori institusi atau menerbitkannya dalam buku), dengan mencantumkan bahwa karya tersebut pertama kali diterbitkan di jurnal ini.
- Penulis didorong untuk mengunggah karya mereka secara online (misalnya di repositori institusi atau situs web pribadi) sebelum dan selama proses pengiriman naskah, karena hal ini dapat mendorong pertukaran ilmiah yang produktif dan meningkatkan sitasi lebih awal terhadap karya yang diterbitkan (Lihat: https://opcit.eprints.org/oacitation-biblio.html).














