Kebijakan Arsip Digital
Kebijakan Preservasi Digital
JUKANTI (Jurnal Pendidikan Teknologi Informasi) berkomitmen untuk menjamin preservasi jangka panjang, aksesibilitas, dan ketersediaan seluruh konten ilmiah yang telah diterbitkan.
Seluruh artikel yang diterbitkan tersedia secara daring melalui website JUKANTI dan diberikan Digital Object Identifier (DOI) untuk mendukung identifikasi permanen dan keterlacakan artikel dalam jangka panjang.
Pengarsipan Website dan Backup Internal
JUKANTI menyimpan salinan digital artikel yang diterbitkan, metadata, dan berkas jurnal melalui prosedur backup internal secara berkala. Backup ini bertujuan untuk memastikan bahwa konten yang telah diterbitkan dapat dipulihkan dan tetap dapat diakses apabila terjadi gangguan teknis, migrasi server, atau pemeliharaan website.
Harvesting Metadata OAI-PMH
JUKANTI mendukung harvesting metadata melalui Open Archives Initiative Protocol for Metadata Harvesting (OAI-PMH). Hal ini memungkinkan layanan indeksasi, platform penelusuran, dan agregator metadata eksternal untuk memanen dan menyimpan metadata bibliografis artikel yang diterbitkan.
OAI-PMH Base URL:
https://ojs.cbn.ac.id/index.php/jukanti/oai
DOI dan Preservasi Metadata
JUKANTI memberikan DOI pada artikel yang diterbitkan melalui Crossref. Registrasi DOI mendukung akses permanen, penautan sitasi, dan keterlacakan metadata artikel yang diterbitkan.
Self-Archiving
Penulis diperbolehkan untuk menyimpan dan membagikan versi terbit artikel mereka di repositori institusi, repositori bidang ilmu, website pribadi, dan jejaring akademik, sepanjang publikasi asli di JUKANTI dikutip dan ditautkan dengan benar.
Akses Jangka Panjang
Apabila JUKANTI berhenti terbit atau melakukan perubahan platform website di masa mendatang, jurnal akan berupaya secara wajar untuk memastikan bahwa seluruh artikel yang telah diterbitkan tetap dapat diakses melalui website jurnal, backup institusi, catatan DOI, layanan metadata, dan kanal preservasi lain yang sesuai.
Pengembangan Preservasi
JUKANTI terus meningkatkan praktik preservasi digital, termasuk pemanfaatan jaringan preservasi yang diakui dan sistem harvesting metadata untuk mendukung akses jangka panjang terhadap konten ilmiah yang diterbitkan.



