SISTEM DETEKSI KATARAK MENGGUNAKAN METODE EKSTRAKSI INDEKS WARNA DENGAN KLASIFIKASI JARAK EUKLIDEAN

Main Article Content

Gede Arya Wiguna

Abstract

Mata merupakan bagian dari organ manusia yang berfungsi untuk melihat. Meningkatnya usia dapat menyebabkan menurunnya kejernihan lensa dan terjadinya katarak. Penyakit katarak tidak dapat dicegah, namun dapat disembuhkan melalui operasi. Di Indonesia, khususnya pada provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) prevalensi katarak sebesar 2,3% dengan tiga alasan utama penderita katarak belum dioperasi adalah karena ketidaktahuan (41,4%), ketidakmampuan (14,1%), dan ketidakberanian (5,7%). Hal ini akan membuat kebutaan akibat katarak cukup tinggi karena banyak penderita katarak tidak mengetahui dirinya mempunyai penyaki katarak, Oleh karena itu perlunya sistem deteksi katarak sehingga bisa dilakukan tindak lanjut lebih cepat. Tujuan penelitian ini merancang sistem deteksi katarak menggunakan metode ekstraksi indeks warna RGB dengan klasifikasi jarak Euclidean. Peralatan yang digunakan untuk menghasilkan citra digital adalah kamera Nikon D90 12,3 Megapixel dengan lensa AFD Nikon 50 mm F1.8. Hasil yang diperoleh menunjukkan bahwa metode jarak Euklidean ini mampu untuk membedakan citra mata katarak matur, imatur dan mata normal dengan akurasi 89,47%. Sistem ini dapat menjadi salah satu alternatif untuk deteksi penyakit katarak berbasis pengolahan citra digital.

Downloads

Download data is not yet available.

Article Details

How to Cite
[1]
G. A. Wiguna, “SISTEM DETEKSI KATARAK MENGGUNAKAN METODE EKSTRAKSI INDEKS WARNA DENGAN KLASIFIKASI JARAK EUKLIDEAN”, JUKANTI, vol. 1, no. 2, pp. 40–46, Sep. 2018.
Section
Artikel