ANALISIS GAP KEBUTUHAN MEDIA VISUAL: TRANSISI PEMBELAJARAN KONVENSIONAL KE ANIMASI (STUDI DI SMK ISLAM AS-SYARIEF GARUT)
DOI:
https://doi.org/10.37792/jukanti.v8i2.1905Kata Kunci:
analisis kebutuhan, animasi, gap kebutuhan, media visual, pembelajaran konvensional, transisi digitalAbstrak
ABSTRAK
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kesenjangan (Gap) kebutuhan media visual dalam proses transisi dari pembelajaran konvensional ke media animasi pada mata pelajaran Informatika di SMK Islam As-Syarief. Metode yang digunkaan adalah pendekatakan deskriptif-kuantitatif yang terintegrasi dalam kerangka analisis kebutuhan (needs assessment), melibatkan 30 siswa dan 3 guru mata pelajaran Informatika. Hasil penelitian menunjukkaan bahwa media statis (PowerPoint tanpa animasi dan buku) yang dominan saat ini tidak mampu memfasilitasi pemahaman siswa terhadap materi abstrak dan prosedural. Analisis Gap mengidentifikasi kesenjangan paling lebar pada aspek Visualisasi Proses Abstrak (Skor Gap 2.7) antara kondisi dan ideal. Temuan ini menegaskan adanya kebutuhan mendesak akan media animasi yang memiliki fitur visualisasi dinamis, interaktivitas sederhana, dan desain full-motion kontemporer (rata-rata skor kebutuhan ideal 4.5/5). Disimpulkan bahwa transisi ke media animasi adalah solusi pedagogis yang valid untuk meningkatkan daya tangkap siswa, dan pengembangan media selanjutnya harus memprioritaskan visualisasi proses abstrak, serta peningkatan kopmetensi guru. Penelitian ini memberikan kontribusi empiris sebagai dasar konseptual untuk pengembangan media pembelajaran digital yang berorientasi pada pemecahan masalah materi abstrak di tingkat SMK.
Kata Kunci: analisis kebutuhan, animasi, gap kebutuhan, media visual, pembelajaran konvensional, transisi digital.
ABSTRACT
This study aims to analyze the visual media needs gap in the transition process from conventional teaching to animated media for Informatics subjects at SMK Islam As-Syarief. The method employed was a descriptive-quantitative approach integrated within a needs assessment framework, involving 30 students and 3 subject teachers. Data were collected through questionnaires, semi-structured interviews, and direct observation. The results indicate that the currently dominant static media (non-animated PowerPoint and textbooks) is inadequate in facilitating student’s understanding of abstract and procedural material. Gap analysis identified the widest gap in the Abstract Process Visualization aspect (Gap Score 2.7) between the current and ideal state. This finding affirms an urgent need for animated media featuring dynamic visualization, simple interactivity, and contemporary full-motion design (average ideal needs score 4.5/5). It is concluded that the transition to animated media is a valid pedagogical solution for improving student comprehension. Future media development must prioritize the visualization of abstract processes, while also indicating the necessity of enhancing teacher competence. This study provides an empirical contribution as a conceptual basis for problem-solving-oriented digital learning media development at the vocational high school (SMK) level.
Keywords: animated media, conventional learning, digital transition, gap analysis, needs assessment, visual media.
Unduhan
Referensi
Dwipayana, P. A. P., Redhana, I. W., & Juniartina, P. P. (2020). Analisis kebutuhan pengembangan multimedia interaktif berbasis konteks budaya lokal untuk pembelajaran IPA SMP. Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran Sains Indonesia (JPPSI), 3(1), 49-60.
Maryanti, S., & Kurniawan, D. T. (2018). Pengembangan Media Pembelajaran Video Animasi Stop Motion Untuk Pembelajaran Biologi Dengan Aplikasi Picpac. Jurnal BIOEDUIN : Program Studi Pendidikan Biologi, 8(1), 26–33. https://doi.org/10.15575/bioeduin.v8i1.2922
Maryono, & Budiono, H. (2020). Efektivitas Media Animasi pada Keterampilan Membaca Permulaan Siswa di Sekolah Dasar. Jurnal Basicedu, 5(5), 3(2), 524–532. https://journal.uii.ac.id/ajie/article/view/971
Mayer. R. E. (2019). What Teachers and Administrtors Need to Know About Multimedia Learning Theory: Preparing for the New Generations of Students (pp. 18-30).
Mellisa, M., & Anthonia, S. (2024). Preliminary Research : Tahapan Analisis Kebutuhan dalam Pengembangan Media Video Animasi Sub Materi Makhluk Hidup Beraneka Ragam Kelas VII SMP/MTs Kota Pekanbaru. Bioed : Jurnal Pendidikan Biologi, 12(1), 64. https://doi.org/10.25157/jpb.v12i1.13397
Hapsari, G. P. P., & Zulherman. (2021). Analisis Kebutuhan Pengembangan Media Video Animasi Berbasis Aplikasi Canva pada Pembelajaran IPA. PSEJ (Pancasakti Science Education Journal), 6(1), 22–29. https://doi.org/10.24905/psej.v6i1.43
Rahmawati, R., Mulyono, A., Fauziana, R., & Yusup, Q. S. (2023). Analisis Kebutuhan Media Pembelajaran yang Aksesibel untuk Meningkatkan Hasil Belajar Siswa dalam Pembelajaran Matematika. GENTA MULIA: Jurnal Ilmiah Pendidikan, 159–169.
Sadikin, A., & Hakim, N. (2019). Interactive Media Development of E-Learning in Welcoming 4. 0 Industrial Revolution On Ecosystem Material for High School Students Pengembangan Media E-Learning Interaktif Dalam Menyongsong Revolusi Industri 4. Jurnal Ilmiah Pendidikan Biologi, 5(2), 131-138.
Setyaningsih, E. (2023). Indonesian Journal of Learning and Instructional Innovation Perkembangan Multimedia Digital dan Pembelajaran. Indonesian Journal of Learning and Instruction, 1(1), 24–34. https://journal.uns.ac.id/ijolii
Unduhan
Diterbitkan
Terbitan
Bagian
Lisensi
Hak Cipta (c) 2025 Dzakwan Satriani Saleh, Iman Nasrulloh, Aceng Ahmad Rodian Susila

Artikel ini berlisensi Creative Commons Attribution 4.0 International License.
Lisensi Jurnal JUKANTI
JUKANTI (Jurnal Pendidikan Teknologi Informasi) berkomitmen untuk mendukung akses terbuka dan diseminasi pengetahuan ilmiah. Seluruh artikel yang diterbitkan di JUKANTI didistribusikan di bawah lisensi Creative Commons Attribution 4.0 International License (CC BY 4.0).
Creative Commons Attribution 4.0 International License (CC BY 4.0)
Di bawah lisensi ini, pengguna diperbolehkan untuk membaca, mengunduh, menyalin, mendistribusikan, mencetak, menelusuri, menautkan, menggubah, mengadaptasi, dan mengembangkan karya yang diterbitkan untuk tujuan yang sah, termasuk tujuan komersial, sepanjang memberikan atribusi yang tepat kepada penulis asli dan publikasi asli di JUKANTI, menyertakan tautan ke lisensi, serta menyatakan apabila terdapat perubahan yang dilakukan.
Hak Penulis
Penulis tetap memegang hak cipta atas artikel mereka dan memberikan hak publikasi pertama kepada JUKANTI. Penulis juga diperbolehkan untuk menyimpan dan membagikan versi terbit artikel mereka di repositori institusi, repositori bidang ilmu, website pribadi, dan jejaring akademik, sepanjang publikasi asli di JUKANTI dikutip dan ditautkan dengan benar.
Kewajiban Penulis
Penulis yang menerbitkan artikel di JUKANTI bertanggung jawab untuk memastikan bahwa karya yang dikirimkan bersifat orisinal, tidak melanggar hak cipta, serta memenuhi standar etika dan ketentuan hukum yang berlaku. Penulis wajib memperoleh izin penggunaan materi pihak ketiga yang dimasukkan dalam naskah apabila diperlukan.
Informasi Lisensi
Lisensi: Creative Commons Attribution 4.0 International License (CC BY 4.0)
URL Lisensi: https://creativecommons.org/licenses/by/4.0/
Komitmen terhadap Standar Akses Terbuka
JUKANTI berkomitmen untuk menjaga kebijakan editorial yang transparan, ketentuan lisensi yang jelas, dan praktik publikasi akses terbuka sesuai dengan standar publikasi ilmiah internasional.
Untuk pertanyaan atau klarifikasi lebih lanjut mengenai lisensi ini, silakan menghubungi kantor editorial JUKANTI melalui edu@ucb.ac.id



